Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta Kontroversi Maudy Ayunda soal Konten Mindfulness

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 18 September 2026 |09:03 WIB
Fakta-Fakta Kontroversi Maudy Ayunda soal Konten Mindfulness
Fakta-Fakta Kontroversi Maudy Ayunda soal Konten Mindfulness (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Konten Maudy Ayunda berjudul Mindfulness in the Age of Bad News menjadi perbincangan setelah sejumlah warganet melontarkan kritik. Video yang diunggah melalui YouTube pada 21 Agustus 2026 tersebut membahas cara menjaga ketenangan dan kesehatan mental ketika seseorang terus berhadapan dengan berbagai kabar buruk.

Alih-alih mendapat respons positif, konten tersebut justru memunculkan perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen menilai pembahasan Maudy tidak cukup mempertimbangkan kondisi masyarakat yang secara langsung merasakan dampak dari berbagai persoalan nasional.

Salah satu kritik disampaikan oleh akun X @pandaleezasol yang menilai Maudy kurang peka terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat.

Dikritik Tone Deaf

Akun tersebut mengaku berhenti mengikuti Maudy dan menyebut sang aktris kini dianggap lebih memilih bersikap tone deaf.

“Aku unsubs Maudy beneran deh keknya. Dia tidak lagi menyebarkan positivity, karena sekarang dia lebih memilih menjadi tone deaf,” ujar netizen tersebut.

Dalam unggahannya, akun itu turut menyinggung rekam jejak pendidikan Maudy yang pernah menempuh studi di luar negeri. Pengguna X tersebut juga mengingat pengalaman Maudy sebagai relawan dan mempertanyakan sikapnya dalam merespons berbagai kabar mengenai kondisi sosial di Indonesia.

Menurut akun tersebut, latar belakang pendidikan dan pengalaman Maudy seharusnya membuat sang aktris memahami situasi yang dialami masyarakat dari berbagai lapisan.

“Kak, kamu itu menulis puluhan sampai ratusan esai hingga akhirnya lulus di Ivy League. Kamu juga pernah jadi volunteer kan? Pernah kan melihat kondisi grass root itu kayak gimana?” imbuh akun X @pandaleezasol tersebut.

Maudy Ayunda Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah video tersebut menjadi bahan perdebatan, Maudy Ayunda memberikan penjelasan melalui kolom komentar video Mindfulness in the Age of Bad News. Ia mengakui terdapat aspek yang belum cukup dibahas dalam konten tersebut, yakni persoalan privilese ketika seseorang memiliki kesempatan untuk menjauh dari pemberitaan.

Klarifikasi itu disampaikan Maudy pada Minggu (13/9). Ia mengatakan telah membaca berbagai komentar dan perspektif yang diberikan warganet.

"Hai teman-teman, Terima kasih untuk semua komentar dan perspektif yang disampaikan di sini. Aku sudah membaca banyak di antaranya, dan ada satu hal penting yang aku sadari belum cukup aku sampaikan di video ini," kata Maudy.

Maudy kemudian mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh sejenak dari pemberitaan tidak dimiliki semua orang, terutama mereka yang secara langsung terdampak oleh suatu peristiwa.

"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya."

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari respons Maudy terhadap perdebatan yang muncul. Sebelumnya, gagasan mengenai diet berita dalam video tersebut dinilai sejumlah warganet perlu dilihat dalam konteks kondisi masyarakat yang menghadapi dampak langsung dari berbagai persoalan.

Kritik Berlanjut di Media Sosial

Perdebatan mengenai konten tersebut kemudian berlanjut di media sosial. Akun X @pandaleezasol mengakui bahwa masyarakat memang dapat mengalami kelelahan akibat terus menerima berita buruk.

Namun, menurutnya, persoalannya adalah tidak semua orang memiliki pilihan untuk sepenuhnya menjauh dari berbagai dampak yang diberitakan.

“Justru dengan mega platform dan capacity yang kamu punya, kenapa malah milih diam? Kenapa?” tanya netizen tersebut.

Akun itu juga menyampaikan dugaan mengenai perbedaan kondisi kehidupan Maudy dengan masyarakat yang terdampak secara langsung oleh kebijakan pemerintah. Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna X lainnya.

Sejumlah warganet menyatakan pandangan serupa dan mengkritik Maudy yang dinilai memilih bersikap aman daripada menggunakan ruang publik yang dimilikinya untuk membahas isu tertentu.

“Kalau ditanya, kita juga capek setiap hari disuguhi berita jelek. Bedanya, kita enggak punya pilihan selain ikut bersuara karena hidup kita sangat terdampak kebijakan-kebijakan ini. Maudy hidupnya nyaman, mau dimasukin desil 100, BBM subsidi dicabut pun santuy,” ujar akun X @laksita**.

Komentar lain juga mempermasalahkan pesan yang dianggap mendorong masyarakat untuk tidak terlalu peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

“Tadi ada yang komen ‘Kemungkinan kalian juga akan melakukan hal yang sama’. Masalahnya, doi bukan lagi minding her own business tapi benar-benar ngajak yang lain untuk ‘seengak peduli’ itu,’” kata akun X @txnan***.

Ada pula warganet yang menyoroti latar belakang pendidikan Maudy dan mengaitkannya dengan kontribusi sosial yang diharapkan dari dirinya sebagai figur publik.

“Alumni top luar negeri tapi outputnya nothing. Enggak berguna,” tulis akun X @ratuhel***.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement