Kondisi yang berlawanan dengan mindfulness kerap digambarkan seperti berada dalam mode autopilot. Misalnya, ketika seseorang berkendara menuju kantor, tetapi baru menyadari sudah hampir sampai tanpa benar-benar mengingat perjalanan yang telah dilalui.
Hal serupa dapat terjadi saat makan. Seseorang mungkin menjalani aktivitas tersebut sebagai rutinitas tanpa benar-benar memperhatikan rasa dan tekstur makanan, termasuk proses ketika makanan dikunyah hingga ditelan.
Kondisi seperti ini memang tidak selalu menjadi masalah. Namun, ketika seseorang terlalu sering menjalani aktivitas tanpa kesadaran penuh, perhatian dapat teralihkan dari apa yang sedang terjadi pada tubuh maupun lingkungan sekitar.
Karena itu, mindfulness dapat dilatih melalui berbagai aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Latihan tersebut tidak harus selalu dilakukan melalui meditasi atau kegiatan khusus.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memperhatikan napas, langkah kaki, hingga aktivitas makan. Saat makan, seseorang dapat memperlambat tempo dan memperhatikan proses ketika makanan masuk ke mulut, dikunyah, hingga ditelan.
Hal yang sama dapat dilakukan oleh penikmat kopi. Perhatian bisa diarahkan pada aroma kopi, sensasi ketika memegang cangkir, hingga rasa yang muncul saat kopi diminum secara perlahan.