Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyelam China Tembak Penyu di Raja Ampat, Prilly Latuconsina Geram!

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |19:12 WIB
Penyelam China Tembak Penyu di Raja Ampat, Prilly Latuconsina Geram!
Penyelam China Tembak Penyu di Raja Ampat, Prilly Latuconsina Geram! (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Video yang memperlihatkan aksi seorang penyelam memanah seekor penyu di kawasan Raja Ampat viral di media sosial. Aktris Prilly Latuconsina turut menyoroti kejadian tersebut dan meminta pengawasan terhadap aktivitas wisata di kawasan konservasi diperketat.

Sorotan tersebut disampaikan Prilly melalui utas di akun Threads miliknya. Ia mengunggah kembali video yang memperlihatkan seorang penyelam yang diduga merupakan instruktur memanah seekor penyu.

Kejadian tersebut diduga berlangsung di kawasan Raja Ampat. Dalam unggahannya, Prilly menyoroti tindakan tersebut, terlebih jika pria yang melakukan aksi itu benar merupakan seorang instruktur dan warga negara asing (WNA) asal Malaysia.

“Kelakuan instruktur begini???????!!!!!! Dia pikir dia penguasa lautan ini kah?????” tulis Prilly, dikutip Rabu (16/9/2026).

Pariwisata Indonesia

Dalam utas lainnya, ia menyampaikan harapan agar ke depannya pariwisata Indonesia menerapkan aturan yang lebih ketat dan konsisten, khususnya di kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai spesies dan ekosistem yang dilindungi.

“Semoga ke depannya pariwisata Indonesia bisa menerapkan aturan yang lebih ketat dan konsisten, terutama di kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi banyak spesies kunci dan ekosistem yang dilindungi,” tambah dia.

Menurut Prilly, persoalan tersebut bukan mengenai wisatawan lokal ataupun asing, melainkan tentang menghormati tempat yang didatangi. Ia menilai setiap orang harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk larangan memburu atau melukai penyu.

“Ini bukan soal lokal atau asing, tapi soal menghormati tempat yang kita datangi. Kita pun ketika berada di negara lain wajib patuh pada aturan mereka, jadi sudah sewajarnya hal yang sama berlaku bagi siapa pun yang datang ke Indonesia,” beber Prilly.

Terlebih, kawasan konservasi merupakan rumah bagi berbagai spesies dan ekosistem yang seharusnya tidak diganggu, apalagi sampai dilukai atau dibunuh.

“Apalagi di kawasan konservasi, spesies kunci dan terumbu karang bukan untuk diganggu. Menyentuh saja seharusnya tidak dilakukan, apalagi mengambil, melukai, atau membunuhnya,” papar dia.

Prilly juga menilai aktivitas menyelam perlu disertai pendataan, pengecekan lisensi, hingga pengawasan yang ketat. Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk mempersulit wisatawan, melainkan menjaga ekosistem yang dilindungi.

“Untuk aktivitas seperti diving, menurutku pendataan, pengecekan lisensi, briefing aturan, sampai pengawasan perlu benar-benar dijalankan. Bukan untuk mempersulit wisatawan, tapi supaya setiap orang yang masuk ke ekosistem rentan tahu batasannya dan bisa dimintai pertanggungjawaban kalau melanggar,” jelas Prilly.

Ia menilai aturan terkait larangan memburu hewan yang dilindungi, khususnya di kawasan konservasi, tidak cukup hanya tertulis tanpa diikuti pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran.

“Karena kalau aturan hanya ada di atas kertas tapi pelanggaran sulit dilacak dan ditindak, yang akhirnya membayar harganya adalah alam kita sendiri,” tambah dia.

Prilly pun mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menegaskan bahwa manusia yang datang ke alam bukanlah penguasa sehingga harus menjaga lingkungan dan seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

“Ingat, kita datang ke alam sebagai tamu, bukan penguasa. Jangan sentuh, jangan ambil, jangan sakiti. Kalau kita diberi kesempatan menikmati keindahannya, kita punya kewajiban untuk menjaganya,” pungkas Prilly.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement