Pemahaman mengenai siklus alam tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar kawasan vulkanik. Mereka di antaranya petani, pengelola wisata kawah, pengembang panas bumi, hingga penambang pasir dan belerang.
“Artinya, kamu bisa siapin mitigasi buat kerugian jangka pendek, sambil sadar ada panen jangka panjang yang lagi kamu bangun tanpa sadar. Abu vulkanik bukan musuh mutlak. Dia siklus alam yang mungkin merugikan sesaat, tapi ngasih benefit lebih lama,” lanjutnya.
Dengan memahami dinamika tersebut, upaya mitigasi dapat dilakukan untuk menghadapi dampak jangka pendek erupsi, sekaligus mempertimbangkan proses ekologis yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Abu vulkanik bukan musuh mutlak. Dia siklus alam yang mungkin merugikan sesaat, tapi ngasih benefit lebih lama. Cocok sama ungkapan blessing in disguise: berkah tersembunyi atau kebaikan yang datang dari kejadian yang dinilai buruk. Jangan-jangan, yang kita kira bencana itu cuma cara alam untuk menyembuhkan dan memperbaiki dirinya,” pungkas Bang Sap.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.