Para ahli menekankan pentingnya melihat hasil studi ini secara proporsional. Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan minum teh atau kopi dengan kepadatan tulang, bukan membuktikan bahwa konsumsi teh secara langsung menyebabkan tulang menjadi lebih padat.
Selain itu, seluruh peserta penelitian merupakan perempuan berusia di atas 65 tahun. Dengan demikian, hasil penelitian belum tentu dapat diterapkan pada kelompok usia atau jenis kelamin lainnya.
Ada pula kemungkinan bahwa orang yang terbiasa minum teh memiliki pola hidup berbeda dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Para peneliti memang telah memperhitungkan sejumlah faktor, seperti usia, indeks massa tubuh (BMI), kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, asupan kalsium dan protein, aktivitas fisik, obat-obatan, serta kondisi kesehatan tertentu.
Dengan demikian, minum teh dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi bukan pengganti langkah-langkah yang telah terbukti membantu menjaga kepadatan tulang.
Bagi pencinta teh, hasil penelitian ini bisa menjadi kabar menyenangkan. Namun, fondasi kesehatan tulang tetap terletak pada pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, asupan nutrisi yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan sesuai usia dan faktor risiko masing-masing.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.