Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |14:26 WIB
Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kemenkes Perkuat Pemantauan Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: Kemenkes)
A
A
A

Kemenkes mencatat sebanyak 16.759 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi hingga 6 September 2026 secara kumulatif di sejumlah wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.771 kasus terjadi pada kelompok usia 0–5 tahun dan 12.988 kasus pada usia di atas 5 tahun.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap harus waspada. Walaupun bandara sekarang sudah dibuka, ternyata masalah kesehatan dari pengukuran particulate counter ini masih terus berdampak untuk kesehatan,” tegas Dante.

Dante kembali mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan abu vulkanik dan partikulat dengan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara belum membaik.

Kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit tertentu juga diimbau untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Misalnya stay at home, kemudian menggunakan masker, kalau ada gejala datang ke fasilitas kesehatan,” pungkas Dante.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement