CEDERA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet profesional, termasuk pesepakbola. Kini, bitang Persija Jakarta, Pratama Arhan, pun tengah didera cedera.
Arhan mengalami patah tulang pada jari atau phalanx fracture. Cedera ini bahkan membuat kekasih dari Inka Andestha tersebut harus naik meja operasi. Lantas, apa sebenarnya fraktur phalanx dan bagaimana cedera tersebut dapat terjadi?

Dilansir dari Ortho Impants India, phalanx adalah sebutan untuk tulang-tulang kecil yang membentuk jari tangan dan jari kaki. Pada tangan, terdapat 14 tulang phalanx. Kecuali jempol, masing-masing jari memiliki tiga ruas tulang.
Ibu jari hanya memiliki dua phalanx, yaitu phalanx proksimal dan distal. Sementara jari telunjuk hingga kelingking memiliki tiga bagian, yakni phalanx proksimal, medial atau tengah, dan distal.
Ketika salah satu atau lebih tulang tersebut mengalami patah, kondisi tersebut disebut fraktur phalanx atau patah tulang jari. Patah tulang jari merupakan cedera yang cukup umum dan dapat terjadi akibat benturan langsung, tekanan kuat, maupun gerakan memutar yang menyebabkan tulang mengalami tekanan berlebihan.
Fraktur phalanx dapat dibedakan berdasarkan lokasi tulang yang mengalami patah. Pertama, ada Fraktur Phalanx Proksimal Fraktur ini terjadi pada ruas jari yang berada paling dekat dengan telapak tangan, tepatnya di sekitar pangkal jari.
Kedua, ada Fraktur Phalanx Tengah. Jenis ini terjadi pada bagian tengah jari. Fraktur dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menekuk maupun meluruskan jari.
Ketiga, ada Fraktur Phalanx Distal. Fraktur distal terjadi pada bagian ujung jari, dekat dengan kuku. Cedera pada area ini dapat terjadi akibat benturan langsung atau jari yang terjepit. Jenis dan lokasi patah tulang akan menentukan penanganan yang diperlukan.