Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kulit Mendadak Bentol Merah setelah Ditekan atau Digores? Kenali Dermatographism

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |16:05 WIB
Kulit Mendadak Bentol Merah setelah Ditekan atau Digores? Kenali Dermatographism
Ilustrasi dermatographism. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Pernahkah kamu tak sengaja menekan kulit dengan kuku lalu tiba-tiba muncul bekas bentol merah memanjang yang menyerupai tulisan atau pola goresan tersebut? Fenomena unik ini rupanya memiliki sebutan medis khusus, yakni dermatographism.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan penjelasannya mengenai kondisi medis ini melalui sebuah utas di akun Threads pribadinya. Ia menyebut bahwa reaksi kulit tersebut merupakan hal yang wajar terjadi akibat adanya dorongan fisik pada permukaan kulit.

"Pernah melihat fenomena di kulit seperti ini? Kondisi ini namanya adalah dermatographism," tulis dr. Adam, dikutip Rabu (2/9/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa timbulnya bentol ini memakan waktu yang cukup singkat usai kulit menerima gesekan atau tekanan, namun akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus.

"Goresan atau tekanan mekanik di kulit bisa menyebabkan bentol yang muncul dalam 1-5 menit, kemudian hilang sendiri dalam 15-30 menit," katanya.

Berkaitan dengan Imun Tubuh

Ilustrasi kulit mendadak bentol setelah ditekan. (Foto: dok Magnific/wavebreakmedia_micro)
Ilustrasi kulit mendadak bentol setelah ditekan. (Foto: dok Magnific/wavebreakmedia_micro)

Lantas, bagaimana mekanisme biologis yang membuat kulit bereaksi sedemikian cepat saat tergores? Dokter Adam menerangkan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan respons sistem kekebalan tubuh, khususnya sel imun yang merespons gesekan dari luar.

"Sederhananya, goresan, gesekan, atau tekanan mekanik itu bisa mengaktifkan sel imun yang berperan dalam proses alergi di kulit, namanya sel Mast," ucapnya.

Saat sel Mast terpicu oleh tekanan, sel tersebut akan melepaskan senyawa kimia alami yang memicu peradangan lokal pada area yang terdampak. "Nah kalo aktif, sel ini akan mengeluarkan zat-zat yang berperan dalam peradangan dan akhirnya memunculkan reaksi bentol kemerahan seperti di video ini," ujarnya.

Penjelasan diatas diambil dr. Adam dari sumber ilmiah berjudul “Shedding light on dermographism: a narrative review”.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement