Bahan utama bubur adalah beras, yang dapat menjadi sumber serat, terutama jika menggunakan jenis beras atau tambahan bahan pangan yang kaya serat. Serat membantu mendukung pergerakan usus dan mencegah sembelit.
Sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk mendapatkan manfaat serat yang lebih optimal, bubur dapat dilengkapi dengan sayuran dan bahan makanan kaya serat lainnya.

Bubur berbahan dasar nasi menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi. Jika dipadukan dengan protein, sayuran, dan bahan makanan bergizi lainnya, bubur dapat menjadi menu sarapan yang mengenyangkan.
Memilih bubur dengan komposisi yang seimbang dan tidak terlalu banyak minyak atau bahan tinggi gula dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan sepanjang hari. Karena itu, bubur juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang yang sedang berusaha mengontrol berat badan.
Salah satu kelebihan bubur adalah mudah dikreasikan sesuai selera. Ada bubur ayam, bubur ikan, hingga bubur vegetarian.
Berbagai bahan tambahan seperti telur, ayam, cakwe, kacang, hingga sayuran juga dapat ditambahkan sesuai kebutuhan. Teksturnya yang lembut membuat bubur relatif mudah disantap oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Berapa Kalori dalam Semangkuk Bubur?
Bagi orang yang sedang mengatur pola makan atau menurunkan berat badan, jumlah kalori dalam semangkuk bubur mungkin menjadi perhatian. Namun, kandungan kalorinya sangat bergantung pada jenis dan jumlah bahan yang digunakan.
Secara umum, satu porsi bubur dapat memberikan sekitar 150–200 kilokalori dengan kandungan karbohidrat sekitar 25–30 gram. Namun, angka tersebut dapat berbeda cukup jauh tergantung ukuran porsi, jenis protein, telur, minyak, serta bahan pelengkap yang digunakan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.