
Sebagai alternatif yang lebih ramah sendi, dr. Andika memilih metode jalan miring (incline walking) menggunakan treadmill setiap pagi. Menurutnya, metode ini jauh lebih efektif membakar kalori tanpa menyiksa tumpuan kaki.
"Makanya tiap jam 6 pagi di home gym saya, ketimbang ikut fomo lari, saya pribadi lebih milih jalan miring. Lebih hemat waktu, kardionya dapat, dan lutut saya aman. Berdasarkan meta-analisis terbaru dari The Lancet Public Health, kamu tuh nggak wajib 10.000 langkah. Cukup 7.000 langkah per hari, risiko kematian kamu udah terpangkas sampai 47 persen,” jelas dr. Andika.
dr. Andika menjelaskan rahasia di balik efektivitas jalan miring yang seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.
"Peningkatan terbesar itu justru pas bergerak dari mager ke 7.000 langkah. Nah rahasianya, pas treadmill dinaikin kemiringannya atau incline, detak jantung dan kebutuhan kalori otomatis naik setara lari atau jogging, tapi beban tumpuan di sendi lutut jauh lebih rendah,” tambah dia.
dr. Andika mengingatkan masyarakat agar tidak perlu terlalu terbebani dengan berbagai indikator olahraga yang rumit jika baru mulai membangun kebiasaan hidup sehat. Kuncinya adalah konsistensi dan mendengarkan kondisi tubuh masing-masing.
"Kamu nggak perlu pusing-pusing berapa heart rate kamu. Jadi tidak perlu menyiksa diri kalau belum siap. Cukup 7.000 langkah bervariasi sama jalan miring 30 menit plus angkat beban,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.