PEPAYA selama ini dikenal sebagai salah satu buah yang baik untuk membantu melancarkan pencernaan. Namun, manfaat buah tropis berwarna oranye ini ternyata tidak berhenti di sana.
Pepaya mengandung berbagai zat gizi, termasuk vitamin C, vitamin A, folat, kalium, serat, serta antioksidan seperti likopen. Kandungan tersebut membuat pepaya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, termasuk pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Meski demikian, mengonsumsi pepaya bukan berarti dapat mencegah atau mengobati penyakit jantung secara langsung. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.

Dilansir dari Star Health, salah satu keunggulan pepaya adalah kandungan antioksidannya. Buah ini mengandung vitamin C, vitamin A, vitamin E, serta likopen.
Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Likopen pada pepaya juga telah dikaitkan dengan kesehatan jantung, meskipun konsumsi pepaya tidak dapat dianggap sebagai terapi untuk penyakit kardiovaskular. American Heart Association mencatat bahwa kandungan antioksidan dan nutrisi dalam pepaya dapat mendukung pola makan yang baik untuk kesehatan jantung.
Pepaya juga menyediakan kalium, mineral yang berperan dalam membantu mengatur tekanan darah. Kalium dapat membantu mengurangi efek natrium dalam tubuh dan membantu merelaksasi dinding pembuluh darah. Karena itu, makanan kaya kalium dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga tekanan darah tetap sehat.
Namun, kebutuhan kalium setiap orang berbeda. Orang dengan penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu mungkin justru perlu membatasi asupan kalium. Karena itu, pasien dengan kondisi tersebut sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau ahli gizi.

Pepaya juga mengandung serat pangan. Serat merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
American Heart Association memasukkan buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Pola makan tersebut juga dianjurkan kaya serat dan rendah makanan ultra-proses, gula tambahan, serta natrium.
Serat dalam buah juga membuat pepaya menjadi pilihan camilan yang lebih sehat dibandingkan makanan ringan yang tinggi gula tambahan, garam, atau lemak jenuh. Pepaya juga mengandung folat, salah satu vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses penting.
Folat berperan dalam metabolisme homosistein. Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa makan pepaya saja dapat menurunkan risiko penyakit jantung karena mekanisme tersebut. Manfaat folat sebaiknya dilihat sebagai bagian dari kecukupan zat gizi secara keseluruhan.
Pada dasarnya, pepaya matang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, pasien penyakit jantung tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan obat yang dikonsumsi.
Jika seseorang memiliki penyakit ginjal, gangguan yang memengaruhi kadar kalium, alergi terhadap pepaya, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan.
Khusus mengenai klaim bahwa pepaya atau enzim papain pasti berinteraksi dengan obat pengencer darah, bukti dan risikonya bergantung pada jenis obat serta jumlah dan bentuk pepaya yang dikonsumsi. Karena itu, pasien yang menggunakan obat antikoagulan atau antiplatelet sebaiknya tidak menghentikan obat maupun mengubah pola makan secara drastis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.