
Pepaya juga mengandung serat pangan. Serat merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
American Heart Association memasukkan buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Pola makan tersebut juga dianjurkan kaya serat dan rendah makanan ultra-proses, gula tambahan, serta natrium.
Serat dalam buah juga membuat pepaya menjadi pilihan camilan yang lebih sehat dibandingkan makanan ringan yang tinggi gula tambahan, garam, atau lemak jenuh. Pepaya juga mengandung folat, salah satu vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses penting.
Folat berperan dalam metabolisme homosistein. Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa makan pepaya saja dapat menurunkan risiko penyakit jantung karena mekanisme tersebut. Manfaat folat sebaiknya dilihat sebagai bagian dari kecukupan zat gizi secara keseluruhan.
Pada dasarnya, pepaya matang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, pasien penyakit jantung tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan obat yang dikonsumsi.
Jika seseorang memiliki penyakit ginjal, gangguan yang memengaruhi kadar kalium, alergi terhadap pepaya, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan.
Khusus mengenai klaim bahwa pepaya atau enzim papain pasti berinteraksi dengan obat pengencer darah, bukti dan risikonya bergantung pada jenis obat serta jumlah dan bentuk pepaya yang dikonsumsi. Karena itu, pasien yang menggunakan obat antikoagulan atau antiplatelet sebaiknya tidak menghentikan obat maupun mengubah pola makan secara drastis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.