SEMANGKA sering menjadi pilihan ketika seseorang sedang menjalani program diet. Rasanya manis dan menyegarkan, tetapi buah ini memiliki kandungan air yang tinggi serta kalori yang relatif rendah.
Lantas, apakah makan semangka benar-benar bisa membantu menurunkan berat badan? Ataukah hal itu hanya mitos semata?

Dilansir dari Good RX, semangka bisa menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan. Namun, bukan berarti semangka secara langsung membakar lemak.
Manfaat semangka lebih berkaitan dengan kandungan air, volume makanan, dan kalorinya yang relatif rendah. Sekitar 91 persen bagian semangka terdiri dari air. Kandungan air yang tinggi membuat semangka memiliki volume cukup besar sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang.
Semangka juga mengandung sedikit serat. Meski bukan termasuk buah dengan kandungan serat tertinggi, kombinasi air dan serat tetap dapat membantu seseorang merasa lebih puas setelah makan.
Karena bentuknya berair dan membutuhkan waktu untuk dikunyah, semangka juga dapat membuat seseorang makan lebih perlahan. Tak ayal, ada banyak manfaat dari konsumsi semangka.
Salah satu alasan semangka cocok dimasukkan dalam menu diet adalah kandungan kalorinya yang rendah. Dalam satu cangkir semangka, terdapat sekitar 46 kalori, dengan sekitar 11,6 gram karbohidrat dan 0,6 gram serat.
Dengan kalori yang relatif rendah, semangka dapat menjadi pilihan camilan ketika ingin mengonsumsi makanan yang manis tanpa harus memilih makanan penutup dengan kalori jauh lebih tinggi. Bagi orang yang sedang diet tetapi tetap ingin makan sesuatu yang manis, semangka bisa menjadi alternatif.
Rasa manis semangka berasal dari gula alami dalam buah, bukan gula tambahan seperti yang banyak ditemukan pada makanan ultra-proses dan minuman manis. Semangka bisa dikonsumsi langsung atau dikombinasikan dengan bahan makanan lain. Misalnya, semangka dapat dipadukan dengan yoghurt Yunani, kacang-kacangan, biji-bijian, atau keju cottage.

Semangka juga mengandung likopen, yaitu antioksidan yang memberikan warna merah pada daging buahnya. Likopen memiliki sifat antioksidan dan telah banyak diteliti terkait manfaatnya bagi kesehatan.
Namun, penting untuk tidak menganggap kandungan likopen sebagai alasan utama semangka dapat menurunkan berat badan. Penurunan berat badan tetap sangat dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, serta keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan digunakan tubuh.
Walaupun rendah kalori, bukan berarti semangka boleh dikonsumsi tanpa batas. Semangka tetap mengandung gula alami dan memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Karena itu, orang dengan diabetes perlu memperhatikan porsinya dan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kadar gula darah.
Selain itu, semangka termasuk makanan tinggi FODMAP. Pada orang yang memiliki sindrom iritasi usus atau IBS, konsumsi dalam jumlah banyak dapat memicu kembung, gas, atau rasa tidak nyaman pada perut.
Orang dengan penyakit ginjal kronis juga perlu memperhatikan asupan semangka. Utamanya, jika memiliki kadar kalium tinggi dan mendapat anjuran pembatasan kalium dari dokter.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.