Secara historis, keberadaan bulu ketiak sebenarnya bukan sesuatu yang selalu dianggap tabu. Pengaruh pemikiran Konfusianisme yang menekankan penghormatan terhadap tubuh yang diwariskan orang tua membuat perubahan fisik secara sembarangan tidak dianjurkan.
Sejumlah karya seni dari Dinasti Song (960–1279) bahkan menggambarkan perempuan dengan bulu ketiak yang terlihat.
Bulu ketiak juga pernah ditampilkan dalam film modern. Dalam film Lust, Caution garapan Ang Lee, aktris Tang Wei tampil mengenakan qipao dengan bulu ketiak yang dibiarkan alami. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menggambarkan standar kecantikan Shanghai pada era 1930-an.
Tang Wei dilaporkan membiarkan bulu ketiaknya tumbuh selama sekitar delapan bulan sebelum proses syuting berlangsung.
Sejumlah pengamat budaya menilai stigma terhadap bulu ketiak perempuan di Tiongkok tidak sepenuhnya berasal dari tradisi lokal. Pandangan bahwa perempuan idealnya memiliki kulit yang halus dan bebas bulu disebut semakin berkembang seiring masuknya pengaruh budaya populer Barat.
Pada dekade 1980-an dan 1990-an, film, televisi, majalah mode, serta iklan produk pencukur dan penghilang bulu ikut memperkuat gambaran tersebut.