Karena itu, pria yang kerap mengalami masalah ereksi setelah minum alkohol sebaiknya memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya.
8. Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Berat badan berlebih dan obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko disfungsi ereksi. Kondisi ini juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan kesehatan lain, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Berbagai masalah tersebut dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah, hormon, dan metabolisme yang semuanya berperan dalam fungsi seksual.
Menjaga berat badan dalam rentang sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan ereksi.
9. Penggunaan Steroid
Penggunaan steroid anabolik atau testosteron dari luar tubuh dapat memengaruhi keseimbangan hormon alami.
Meskipun penggunaan testosteron atau steroid tertentu dapat memberikan efek terhadap gairah seksual dalam jangka pendek, penggunaan tanpa pengawasan medis dapat mengganggu produksi hormon alami tubuh. Setelah penggunaan dihentikan, sebagian pria dapat mengalami gangguan fungsi seksual.
Karena itu, penggunaan hormon atau steroid sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan harus berdasarkan indikasi medis.
10. Efek Samping Obat
Sejumlah obat dapat memengaruhi gairah seksual atau kemampuan mempertahankan ereksi sebagai efek samping.
Beberapa kelompok obat yang berpotensi memengaruhi fungsi seksual antara lain obat antidepresan, obat anti-kecemasan, obat tekanan darah, antihistamin, obat tertentu untuk gangguan tidur, obat yang memengaruhi hormon, serta beberapa jenis obat untuk kondisi medis lainnya.
Jika gangguan ereksi muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan pengobatan. Konsultasikan dengan dokter karena dosis mungkin dapat disesuaikan atau obat dapat diganti dengan alternatif yang lebih sesuai.
11. Penggunaan Narkoba Rekreasional