Kemenkes juga telah menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) ke NTT untuk memetakan titik-titik kebutuhan bantuan sebelum menerjunkan para relawan medis secara masif.
"Jadi satu kompi, satu regu untuk dikirim ke sana dan tugasnya adalah mengidentifikasi kebutuhannya di mana agar nanti malam ini kita bisa lepas ke relawan-relawan yang mau pergi. Supaya jangan salah perginya ke Kabupaten/Kota mana, lokasinya mana, butuhnya apa," tutur Budi.
Hal tersebut dilakukan karena kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan gempa bumi, berfokus pada tindakan medis spesialis penanganan trauma fisik.
"Karena biasanya kalau gempa seperti ini yang dibutuhkan pertama kali adalah dokter bedah, dokter ortopedi, karena pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin mengungkapkan bahwa identifikasi terkait masalah kesehatan, fasilitas sampai alat kesehatan dan kebutuhan obat-obatan rencananya bakal rampung oleh tim HEOC besok.