Untuk memaksimalkan kerja lapangan, struktur Health Emergency Operation Center (HEOC) langsung diaktifkan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.
"Yang kedua keputusannya kita membentuk Health Emergency Operation Center. Dibentuk tadi malam, pusatnya sudah, provinsi juga sudah tadi malam, dan di Kabupaten/Kota sudah," kata Budi.
Tim HEOC ini memiliki serangkaian tugas krusial dalam respons awal pascabencana. Pertama adalah mengidentifikasi para korban secara cepat dan kedua adalah mengidentifikasi kerusakan fasilitas kesehatan di lokasi bencana.
"Tugasnya dia apa? Tugasnya yang pertama, mengidentifikasi korban-korban yang ada dengan cepat supaya tiap hari dua kali sehari kita bisa tahu update-nya. Yang nomor dua, mengidentifikasi fasilitas kesehatan yang rusak," katanya.
Selain pendataan korban dan infrastruktur, HEOC bertugas memetakan serta menyiapkan kebutuhan tenaga kesehatan. Meski ketersediaan nakes lokal terdaftar cukup, kementerian mengantisipasi kemungkinan para petugas medis setempat turut menjadi korban gempa.