Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanda Paru-Paru Mulai Rusak, Sering Ngos-ngosan saat Aktivitas

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 16 Agustus 2026 |08:02 WIB
Tanda Paru-Paru Mulai Rusak, Sering Ngos-ngosan saat Aktivitas
Tanda Paru-Paru Mulai Rusak, Sering Ngos-ngosan saat Aktivitas (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTANapas terengah-engah setelah melakukan aktivitas ringan seperti menaiki tangga atau berjalan cepat sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai tanda tubuh kelelahan. Terlebih bagi perokok, keluhan tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada sistem pernapasan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dokter Spesialis Paru sekaligus Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa kerusakan paru-paru akibat paparan asap rokok dapat berlangsung secara perlahan. Kondisi tersebut bahkan bisa terjadi sebelum seseorang menyadari adanya perubahan pada kemampuan bernapas.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof. Erlina memaparkan bagaimana asap rokok dapat mengganggu fungsi saluran pernapasan, mulai dari merusak silia hingga memengaruhi alveoli yang berperan dalam pertukaran oksigen.

“Semuanya berawal dari silia, rambut halus di saluran napas yang bertugas menyapu keluar lendir dan kotoran. Asap rokok melumpuhkan silia ini, lendir pun menumpuk dan memicu peradangan, dan di titik inilah batuk mulai lebih sering muncul,” ujar Prof. Erlina.

Kerusakan Paru-Paru

Kerusakan tidak berhenti pada saluran pernapasan. Paparan zat berbahaya dari asap rokok juga dapat mencapai alveoli, yakni kantung-kantung udara kecil di paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

“Sementara itu, racun rokok terus menyusup sampai ke alveoli, kantung kecil tempat oksigen diserap tubuh. Dinding alveoli perlahan rusak dan kehilangan kelenturannya, sehingga tubuh makin sulit mendapat oksigen yang cukup, terutama saat beraktivitas,” jelasnya.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kerusakan dan peradangan pada saluran pernapasan dapat meningkatkan risiko terjadinya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Kondisi ini dapat menyebabkan saluran napas mengalami penyempitan dan membuat seseorang semakin kesulitan bernapas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement