Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Kolostrum ASI Pertama Berwarna Kuning yang Kaya Antibodi untuk Bayi, Jangan Dibuang!

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |12:05 WIB
Mengenal Kolostrum ASI Pertama Berwarna Kuning yang Kaya Antibodi untuk Bayi, Jangan Dibuang!
Ibu menyusui. (Foto: Freepik)
A
A
A

MASIH banyak masyarakat yang menganggap cairan air susu ibu (ASI) pertama yang berwarna kuning dan kental sebagai "ASI basi". Alhasil, ASI yang disebut kolostrum tersebut justru kerap dibuang.

Lantas, apakah hal tersebut hanyalah mitos? Ataukah benar cairan ASI bernama kolostrum ini benar harus dibuang?

Ibu menyusui. (Foto: Shutterstock)

1. Mengenal Kolostrum

Menurut dr. Mutiara Retno Anjani, Sp.A dari RS Hermina Serpong, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone, kolostrum adalah cairan pertama yang keluar dari payudara setelah melahirkan. Kolostrum juga sering atau sering dijuluki golden liquid karena kandungan gizinya yang sangat berharga bagi bayi baru lahir.

"ASI kolostrum atau golden liquid itu sangat penting karena mengandung banyak protein dan antibodi yang akan diturunkan dari ibu kepada bayinya. Sebaiknya memang didapatkan jangan justru dibuang," ujar dr. Mutiara.

Kolostrum merupakan ASI pertama yang diproduksi ibu pada awal masa menyusui. Meski jumlahnya sedikit, cairan ini memiliki konsentrasi protein, antibodi, dan zat kekebalan tubuh yang sangat tinggi.

Kandungan tersebut berperan membantu membentuk sistem imun bayi yang masih berkembang. Dengan begitu, bayi dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai infeksi pada masa-masa awal kehidupannya.

Karena manfaatnya yang besar, kolostrum sebaiknya diberikan kepada bayi. Jadi, anggapan kolostrum harus dibuang itu hanyalah mitos.

 

2. Warna Kuning Bukan Berarti ASI Basi

dr. Mutiara menjelaskan bahwa warna kolostrum memang berbeda dibandingkan ASI matang. Cairan ini cenderung berwarna kuning, lebih pekat, dan memiliki tekstur yang lebih kental.

"Warnanya memang kuning, pekat, dan kental. Banyak yang mengira itu susu basi sehingga harus dibuang, padahal bukan seperti itu," jelasnya.

dr. Mutiara menegaskan bahwa ASI yang baru keluar langsung dari payudara tidak mungkin dalam kondisi basi. ASI baru berisiko mengalami penurunan kualitas apabila sudah diperah dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sehingga berpotensi terkontaminasi bakteri.

"Tidak ada istilah ASI yang baru keluar dari payudara itu basi. Justru itu yang sangat baik untuk daya tahan tubuh bayi," jelas dr. Mutiara.

"Kecuali ASI tersebut memang sudah didiamkan dalam waktu lama di suhu ruang sehingga bisa terkontaminasi bakteri. Tetapi kalau langsung diberikan dari ibu kepada bayi, tidak ada istilah ASI basi," lanjutnya.

Karena itu, ibu menyusui tidak perlu ragu memberikan kolostrum kepada bayi sesaat setelah lahir. Cairan berwarna kuning tersebut justru menjadi salah satu sumber nutrisi dan perlindungan alami terbaik untuk mendukung kesehatan bayi di awal kehidupannya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement