PARFUM bukan sekadar pengharum tubuh. Ada berbagai fakta menarik yang perlu diketahui dalam menggunakan parfum agar wanginya awet terjaga dan juga tak membuat tubuh iritasi.
Mulai dari cara memakai, menyimpan, hingga waktu menyemprotkannya, ini ternyata berpengaruh besar terhadap daya tahan dan karakter aromanya. Tak heran, banyak orang yang mengira parfum cepat hilang, padahal penyebabnya bisa jadi karena cara penggunaannya kurang tepat.

Dilansir dari Clive Christian, berikut fun fact memakai parfum:
Parfum akan menguap secara perlahan ketika terkena panas tubuh. Karena itu, area terbaik untuk menyemprot parfum adalah titik-titik nadi, seperti leher, belakang telinga, pergelangan tangan bagian dalam, lipatan siku, hingga belakang lutut.
Bagian-bagian tersebut menghasilkan suhu yang lebih hangat. Dengan begitu, aroma parfum dapat berkembang secara maksimal sepanjang hari.
Banyak orang memiliki kebiasaan menggosok kedua pergelangan tangan setelah menyemprot parfum. Padahal, cara ini justru dapat merusak susunan molekul parfum.
Akibatnya, aroma top notes akan menguap lebih cepat dan karakter parfum berubah sebelum berkembang secara alami. Cara terbaik adalah membiarkan parfum mengering sendiri di kulit.
Aroma parfum memang bisa bertahan lebih lama di rambut karena setiap helainya mampu menangkap wangi dengan baik. Namun, bukan berarti parfum boleh disemprotkan langsung ke rambut.
Sebagian besar parfum mengandung alkohol yang dapat membuat rambut menjadi kering jika digunakan terlalu sering. Sebagai alternatif, semprotkan parfum ke sisir terlebih dahulu, lalu gunakan untuk menyisir rambut agar aromanya tetap menempel tanpa merusak kesehatan rambut.
Waktu terbaik atau golden time untuk memakai parfum adalah sesaat setelah mandi ketika kulit masih bersih dan sedikit lembap. Kondisi ini membantu kulit mengunci aroma parfum sehingga wanginya bertahan lebih lama.
Jika menggunakan losion tanpa aroma sebelum menyemprot parfum, daya tahannya juga bisa meningkat. Pasalnya, kulit yang lembap mampu mempertahankan minyak parfum lebih baik dibanding kulit yang kering.
Jika parfum terasa berbeda beberapa jam setelah dipakai, itu adalah hal yang normal. Setiap parfum memiliki tiga lapisan aroma, yaitu top notes, heart notes, dan base notes.
Top notes muncul pertama kali dan cepat menguap. Setelah itu, muncul heart notes sebagai aroma utama. Lalu, diakhiri base notes yang biasanya beraroma kayu, amber, atau musk dan bertahan paling lama.

Pernah mencoba parfum yang wanginya luar biasa di teman, tetapi terasa berbeda saat dipakai sendiri? Hal tersebut dipengaruhi oleh pH kulit, suhu tubuh, pola makan, hingga gaya hidup setiap orang.
Itulah sebabnya parfum yang sama belum tentu menghasilkan aroma identik pada setiap pemakainya. Jadi, cari parfum yang benar-benar cocok untuk kamu.
Fakta menarik berikutnya soal penyimpanan parfum. Jangan simpan parfum di kamar manis karena kelembapan dan perubahan suhu dapat mempercepat kerusakan komposisi parfum.
Sebaiknya simpan parfum di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Lemari kamar tidur menjadi lokasi penyimpanan yang jauh lebih ideal dibanding kamar mandi atau dashboard mobil.
Meskipun tidak memiliki tanggal kedaluwarsa seperti makanan, kualitas parfum dapat berubah seiring waktu. Setelah botol dibuka, parfum sebaiknya digunakan dalam waktu sekitar tiga tahun.
Jika disimpan dengan benar, beberapa parfum bahkan dapat bertahan hingga lima tahun tanpa mengalami perubahan aroma yang signifikan. Jadi perhatikan baik-baik.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.