Menurut dr. Jefry, ejakulasi retrograd terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan saraf yang berperan dalam proses ejakulasi. Akibatnya, air mani tidak keluar melalui uretra, melainkan mengalir kembali ke kandung kemih.
"Karena pada orang diabetes gula darahnya tinggi, itu bisa merusak saraf yang mengatur fungsi ejakulasi. Akhirnya, air mani yang seharusnya keluar justru masuk ke kandung kemih," tuturnya.
Salah satu tanda yang dapat mengarah pada kondisi ini adalah perubahan warna urine setelah orgasme. Air kemih dapat tampak lebih keruh atau keputihan karena bercampur dengan cairan mani.
"Makanya ketika buang air kecil, pasien melihat urinenya tampak lebih putih dari biasanya. Itu bisa menjadi tanda adanya air mani yang masuk ke kandung kemih. Kondisi ini cukup sering dijumpai pada pasien diabetes," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.