Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merokok dan Vaping Berisiko Ganggu Kesuburan Pria, Begini Penjelasan Ahli

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |23:02 WIB
Merokok dan Vaping Berisiko Ganggu Kesuburan Pria, Begini Penjelasan Ahli
Ilustrasi gangguan kesuburan pria. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Merokok bukan lagi menjadi aktivitas harian melainkan sudah menjadi budaya yang melekat di tengah masyarakat Indonesia. Pria sampai wanita, muda sampai tua hampir semuanya pernah atau bahkan rutin mengkonsumsi rokok. 

Banyak yang menilai kebiasaan merokok merupakan satu alternatif dalam meredakan stres atau pemanis di kala menikmati waktu santai. Bahkan perkembangan rokok sudah mulai merambah dengan hadirnya rokok elektrik yang saat ini banyak digandrungi anak muda. Namun, dibalik itu semua, rokok baik tembakau maupun elektrik ternyata menyimpan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap sperma. 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus influencer kesehatan Fajar Alam dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, zat nikotin pada rokok tembakau maupun elektrik bisa merusak rantai DNA sperma. 

“Pengaruh merokok dan vaping terhadap kualitas sperma itu adalah sebenarnya dari zat nikotin yang ada di liquid vaping atau pada di batang rokok itu akan mempengaruhi kualitas sperma dengan cara apa? Dengan cara merusak rantai DNA sperma itu sendiri,” kata dr. Fajar, dikutip Rabu (29/7).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dipukul rata dan belum tentu terjadi kepada semua orang. Sebab, dampak dari nikotin terhadap sperma pada setiap orang juga bisa berbeda-beda. 

“Jadi, apakah pasti merusak? Ya tidak juga, efeknya pada tiap-tiap orang berbeda. Asupan nikotin yang dimasukkan setiap orang juga beda-beda. Tapi setidaknya itu menjadi warning dan harus dibatasi ya,” ucapnya. 

Sementara itu, melansir dari sebuah jurnal yang dipublikasikan di National Library of Medicine berjudul “Adverse Effects of Nicotine on Human Sperm Nuclear Proteins”, nikotin dinilai terbukti bisa memodulasi aspek spermatogenesis dan fungsi sperma, seperti penurunan jumlah, motilitas dan fungsi sperma itu sendiri. 

Bahkan, nikotin bisa mengubah ekspresi molekuler sperma termasuk protein di dalamnya seperti keluarga histon H2B, anggota W, spesifik testis (H2BFWT), protein transisi 1 (TNP1), protein transisi 2 (TNP2), protamin-1 (PRM1), dan protamin-2 (PRM2). Jika berbagai protein itu terpapar nikotin bahkan bisa berpotensi menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan. 

Di sisi lain, jurnal penelitian lainnya berjudul “Use of E-cigarettes Associated with Lower Sperm Counts in a Cross-sectional Study of Young Men from the General Population” mengemukakan, jumlah sperma menurun saat terpapar nikotin. Meskipun, penurunan jumlah lebih signifikan terjadi pada perokok elektrik, di mana jumlah sperma totalnya lebih rendah di angka 147 juta vs 91 juta. Sementara perokok biasa hanya berada di angka 139 vs 103 juta. 

Selain itu, kadar testosteron juga lebih tinggi pada pria perokok dengan total testosteron 6,2 persen dan 4,1 persen lebih tinggi, dan testosteron bebas 6,2 persen lebih tinggi pada perokok harian dan perokok sesekali, masing-masing, dibandingkan dengan pria non-perokok, tetapi tidak di antara pengguna rokok elektrik. 

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement