Anak mungkin akan mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali. Berikan jawaban dengan sabar karena proses memahami kematian membutuhkan waktu dan akan berkembang seiring bertambahnya usia mereka.
Membantu Anak Menghadapi Masa Berkabung
Melibatkan anak dalam proses pemakaman dapat membantu mereka memahami kenyataan bahwa orangtuanya telah meninggal. Namun, keputusan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kesiapan anak.
Jika anak mengikuti prosesi pemakaman, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Menjelaskan rangkaian acara yang akan berlangsung.
Memberi kesempatan anak memilih bentuk keterlibatannya, seperti memilih lagu atau foto.
Menugaskan orang dewasa tepercaya untuk mendampingi anak selama acara.
Memberi tahu bahwa melihat orang menangis merupakan hal yang wajar.
Menyediakan tempat bagi anak untuk beristirahat jika merasa tidak nyaman.
Membiarkan anak membawa benda favorit yang membuatnya merasa aman.
Cara Mendukung Anak Setelah Kehilangan Orangtua
Proses berduka tidak selesai dalam hitungan hari atau minggu. Anak membutuhkan dukungan dalam jangka panjang.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan keluarga antara lain:
Mendengarkan ketika anak ingin berbicara dan memberikan perhatian penuh.
Mengajak anak mengenang orangtuanya melalui cerita atau kegiatan yang bermakna.
Membuat sudut kenangan atau kotak memori bersama.
Memberikan kesempatan anak tetap berinteraksi dengan teman-temannya agar memperoleh keseimbangan antara proses berduka dan kehidupan sehari-hari.
Membantu anak mengenali dan mengekspresikan emosinya melalui buku, permainan, atau aktivitas kreatif.
Memberi tahu guru dan lingkungan sekolah mengenai kondisi anak agar mereka juga dapat memberikan dukungan.
Momen tertentu seperti ulang tahun, Hari Ibu, Hari Ayah, atau peringatan kematian sering kali memunculkan kembali rasa kehilangan. Merencanakan aktivitas bersama pada hari-hari tersebut dapat membantu anak merasa lebih tenang.