Tidak semua orang yang mengalami krisis menunjukkan gejala yang mencolok. Sebagian mungkin tampak pendiam, emosinya datar, melamun, atau terlihat seperti kehilangan semangat hidup. Bahkan, ada yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa memperlihatkan kesedihan secara terbuka.
Karena itu, perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak sesuai dengan karakter seseorang sebaiknya tidak disepelekan, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda lain.
Jika Anda melihat seseorang menunjukkan tanda-tanda tersebut, cobalah mendekatinya dengan empati dan ajak berbicara tanpa menghakimi. Menanyakan secara langsung apakah ia memiliki pikiran untuk bunuh diri tidak akan memicu keinginan tersebut, justru dapat membuka ruang bagi orang tersebut untuk bercerita dan menerima bantuan.
Gunakan kalimat sederhana, misalnya, "Saya melihat akhir-akhir ini kamu tampak berbeda. Apa yang sedang kamu rasakan?" atau "Saya khawatir dengan keadaanmu. Kalau kamu ingin bercerita, saya siap mendengarkan."
Mendengarkan dengan penuh perhatian, menunjukkan kepedulian, dan membantu seseorang mengakses dukungan dari keluarga maupun tenaga profesional dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi krisis.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.