BELAKANGAN, ramai diperbincangkan anggapan bahwa rutin lari, terutama maraton, dapat memicu munculnya plak di pembuluh darah jantung. Namun, apakah kabar tersebut benar fakta atau hanya sebuah mitos semata?
Menanggapi hal tersebut, dokter Adam Prabata memberikan penjelasan. Menurutnya, temuan tersebut memang didukung sejumlah penelitian ilmiah. Namun tidak boleh disimpulkan secara sepihak.

Menurut dr Adam, plak merupakan penumpukan kolesterol dan komponen lain di pembuluh darah. Jika plak terus bertambah dan menebal, aliran darah bisa menyempit sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
dr. Adam mengutip sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 550 partisipan. Penelitian ini melibatkan atlet olahraga endurance sejak muda, atlet yang mulai berlatih setelah usia 30 tahun, dan orang dewasa sehat yang bukan atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga endurance memiliki risiko 86 persen lebih tinggi memiliki lebih dari satu plak di pembuluh darah jantung dibandingkan orang dewasa sehat yang tidak rutin menjalani olahraga endurance.
Temuan serupa juga ditemukan dalam penelitian terhadap pelari maraton. Meski volume plak di pembuluh darah jantung lebih tinggi, diameter pembuluh darah mereka tidak mengalami penyempitan yang signifikan.

Namun, dr Adam menegaskan bahwa peningkatan plak tersebut tidak otomatis membuat seseorang lebih berisiko mengalami penyakit jantung atau meninggal dunia.
dr. Adam mengutip penelitian lain terhadap 108 pelari maraton yang menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung dan kematian pada kelompok tersebut tidak berbeda signifikan dibandingkan orang dewasa sehat, meskipun memiliki plak pembuluh darah jantung lebih banyak.
Ia juga menjelaskan ada beberapa dugaan mengapa olahraga endurance dapat dikaitkan dengan munculnya plak. Salah satunya karena aktivitas tersebut memberikan stres berulang pada pembuluh darah jantung.
Selain itu, lari jarak jauh juga dapat memicu peradangan sementara yang diduga ikut berkontribusi terhadap pembentukan plak. Meski begitu, dr Adam mengingatkan masyarakat agar tidak salah mengartikan hasil penelitian tersebut.
“Olahraga endurance, termasuk lari, berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup,” jelas dr Adam.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.