
Maria menjelaskan, niat orang tua memberikan kata-kata keras biasanya adalah agar anak sadar dan termotivasi untuk berubah. Namun, tanpa disadari, cara tersebut justru dapat membuat anak semakin melekat dengan perilaku negatif yang disebutkan.
“Awalnya mungkin orang tua bilang ‘bodoh kamu’ atau ‘pemalas’ supaya anak sadar dan rajin belajar. Tetapi yang terjadi malah menjadi label,” tuturnya.
Ketika label tersebut terus diberikan, anak bisa kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, mereka merasa bahwa dirinya memang tidak mampu melakukan sesuatu.
“Dia malah bisa melakukan hal-hal yang mendukung perilaku malas itu sendiri secara tidak sadar,” tambah Maria.
Karena itu, orangtua perlu lebih berhati-hati dalam memilih kata saat berkomunikasi dengan anak. Memberikan batasan, kritik, dan arahan tetap penting, tetapi harus disampaikan dengan cara yang membantu anak memahami kesalahan tanpa merusak harga dirinya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.