Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal Usul Kebaya, Dari Pakaian Adat hingga Diakui Mata Dunia

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |09:00 WIB
Asal Usul Kebaya, Dari Pakaian Adat hingga Diakui Mata Dunia
Ilustrasi asal usul kebaya. (Foto: dok Magnific/johnstocker)
A
A
A

JAKARTA - Kalau bicara soal busana wanita Indonesia, pasti ada satu nama yang langsung terlintas di kepala, kebaya. Dahulu, mungkin sempat ada anggapan bahwa kebaya itu busana yang kuno, kaku, atau hanya cocok dipakai saat acara adat dan resepsi pernikahan saja.

Namun, coba lihat sekarang! Kebaya telah berevolusi menjadi busana yang sangat modis, kekinian, dan sukses mencuri perhatian dunia. Bagaimana ceritanya busana warisan leluhur ini bisa "naik kelas" dari pakaian tradisional hingga menjadi primadona di kancah internasional? 

Yuk, mengenal perjalanan kebaya!

Sejarah Lahirnya Kebaya

Sebelum melenggang ke panggung busana modern, kebaya memiliki sejarah yang sangat panjang. Konon, kata "kebaya" berasal dari bahasa Arab, yakni abaya yang berarti pakaian. Ada juga yang menyebutkan bahwa kebaya mendapat pengaruh dari budaya Tiongkok dan Portugis yang datang ke Nusantara pada berabad-abad silam.

Pada awalnya, kebaya adalah pakaian yang identik dengan perempuan keraton atau kaum bangsawan. Memakainya pun tidak sembarangan; ada pakem dan aturan tertentu, lengkap dengan lilitan kain stagen yang membuat postur tubuh perempuan terlihat tegak dan anggun. Kebaya bukan sekadar penutup tubuh, melainkan simbol kelembutan, kesabaran, dan keanggunan perempuan Nusantara.

Lintas Zaman dan Percampuran Budaya

Berjalannya waktu membuat kebaya semakin merakyat dan membaur dengan berbagai budaya. Pada masa kolonial Belanda, para perempuan Eropa yang tinggal di Hindia Belanda mulai ikut mengenakan kebaya yang terbuat dari kain katun ringan karena cuaca tropis yang panas.

Dari sinilah muncul berbagai variasi kebaya, seperti:

  • Kebaya Encim: Hasil percampuran dengan budaya Tionghoa peranakan, cirinya memiliki warna-warna cerah dengan bordir bunga yang cantik.
  • Kebaya Kartini: Memiliki kerah setali yang memanjang hingga ke dada, sangat identik dengan gaya pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini.
  • Kebaya Kutubaru: Kebaya klasik dengan secarik kain tambahan di bagian dada yang menghubungkan sisi kiri dan kanan kebaya.

Kebaya dalam Sentuhan Modern 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement