JAKARTA - Saat cuaca lagi panas-panasnya, banyak orang yang suka mengecilkan kecepatan kipas AC atau bahkan mematikannya saat sedang keluar sebentar dengan niat mau hemat listrik. Padahal, kebiasaan yang kelihatannya hemat ini justru bisa bikin tagihan listrik membengkak dan merusak AC kamu, lho!
Melansir CLP Power, ada 4 trik pakai AC yang bisa bikin ruangan cepat dingin sekaligus menghemat pengeluaran listrik kamu.
Tahukah kamu? AC berdaya 1 PK yang menyala selama 1 jam itu menghabiskan listrik yang sama dengan kipas angin yang menyala 20 jam! Menyalakan kipas angin terlebih dulu akan mempercepat sirkulasi udara di dalam ruangan, sehingga ruangan jadi lebih cepat dingin.
Dengan begitu, kamu bisa menaikkan suhu AC sambil tetap merasakan suhu dingin yang sama. Menaikkan suhu AC sebanyak 1°C saja bisa menghemat energi sekitar 3 persen, lho!
Kalau kamu merasa AC-nya terlalu dingin, jangan kecilkan kecepatan kipas (fan speed). Sebaiknya, naikkan saja suhunya tapi biarkan kipas di kecepatan maksimal. Ini sangat membantu untuk mencapai tingkat suhu dan kelembaban yang paling pas di dalam ruangan.
Selain itu, kecepatan kipas maksimal juga mengurangi beban pada kompresor AC yang bertugas mendinginkan ruangan, sehingga pada akhirnya jadi lebih hemat energi.
Banyak yang mematikan AC pas lagi keluar rumah sebentar. Padahal, ini bikin boros listrik dan bisa bikin AC cepat rusak. AC tipe inverter menyedot daya paling besar saat baru dinyalakan (startup). Jadi, kalau kamu cuma mau pergi sebentar, tak perlu mematikan AC, cukup naikkan saja suhunya sedikit.
Biar praktis, ada orang yang suka menyalakan fungsi dehumidify atau dry di AC mereka. Padahal, mode ini sangat boros listrik! Kompresor akan terus menyala selama proses ini berjalan dan menyedot daya dalam jumlah tinggi. Daripada boros, lebih baik pakai alat dehumidifier terpisah kalau memang butuh mengusir kelembaban.
Kalau kamu merasa AC di kamar kurang dingin atau mengeluarkan bau aneh, bisa jadi karena jarang dibersihkan. Biar rumah tidak berubah jadi sarang bakteri dan bebas jamur, ini 3 kebiasaan praktis buat merawat AC:
Kalau AC sudah lama banget tak dinyalakan, bilas filter dan penutup luarnya pakai air bersih dulu. Lalu, semprotkan cairan pemutih pakaian yang diencerkan dengan air (rasio 1:99) ke gulungan logam (metal coils) di dalam AC pakai botol semprotan.
Tunggu 30-60 menit, lalu nyalakan mode "kipas" (fan) agar bau pemutihnya hilang pelan-pelan. Pemutih tidak akan merusak gulungan logam kok, malah cairan ini akan ikut terbawa air buangan saat AC menyala, sekaligus bantu membersihkan jamur di pipa pembuangan.
Biasakan mencuci filter AC secara rutin, paling ideal dua minggu sekali. Waktu mencuci, cukup siram ke arah bawah menggunakan semprotan air dari keran/shower. Jangan disikat terlalu keras, karena bisa bikin lubang jaring filter makin besar dan merusak fungsinya dalam menyaring debu.
Setelah AC dimatikan, perbedaan suhu dari dingin ke hangat kadang bikin munculnya embun (sweating) baik di bagian luar, dalam AC, atau bahkan di dinding ruangan. Di cuaca yang panas dan lembap, embun ini jadi tempat favorit bakteri untuk berkembang biak.
Saat AC dinyalakan lagi, bakterinya malah ikut ketiup ke seluruh ruangan! Biar nggak gampang sakit, rajin-rajinlah mengelap celah-celah ventilasi AC dan area yang berembun pakai cairan pemutih yang sudah diencerkan (1:99).
Kalau AC kamu usianya sudah di atas 5 tahun dan jarang dicuci rutin, sangat disarankan untuk memanggil jasa pembersih AC profesional untuk dibongkar dan dibersihkan secara menyeluruh, demi menjaga kesehatan seluruh keluarga!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.