
Dalam kondisi tersebut, dr. Fajri menegaskan agar tidak memijat bagian otot yang mengalami keram. Hal itu justru dapat memperburuk kondisi atau memicu cedera yang lebih parah. Ia menyarankan, langkah pertama yang paling tepat adalah meluruskan atau meregangkan bagian tubuh yang keram.
“Nah, makanya pengobatannya adalah kalau orang kram itu bukan dipijit-pijit, enggak boleh, malah bahaya. Dilempengin kakinya nih, dilurusin. Kalau dilurusin, itu stimulasi dari organ tendon golgi tadi itu menjadi meningkat. Sehingga, direm terus kan. Sehingga, kedutannya berkurang, sehingganya nyerinya kramnya berkurang. Itu tuh makanya kalau orang kram kan dilempengin kakinya tuh," terang dr. Fajri.
Lebih lanjut, dr. Fajri membagikan 5 langkah solusi yang harus dilakukan saat seseorang mengalami keram otot. Di antaranya menghentikan aktivitas berat yang sedang dilakukan, meluruskan atau regangkan area kaki (atau otot lain) yang sedang mengalami keram, segera minum air dan penuhi kebutuhan elektrolit setelah keram mulai reda.
Selain itu, berikan waktu bagi tubuh untuk pulih, jangan langsung memaksakan diri untuk melanjutkan aktivitas berat. Kamu juga perlu pastikan tubuh mendapatkan asupan natrium, kalium, dan mineral penting lainnya.
Untuk menghindari terjadinya keram otot kembali, dr. Fajri mengingatkan terkait batasan kemampuan fisik masing-masing dan menghindari olahraga yang terlalu ekstrem. Manajemen waktu olahraga dan istirahat (rest day) yang seimbang memegang peranan krusial.
Selain faktor kelelahan, aspek lingkungan seperti cuaca panas dan kelembaban udara juga harus diperhatikan. Sebab, hal ini mempengaruhi keluarnya keringat dan cairan tubuh.
“Terus, cukupi hidrasi, pikirkan aspek panas, kelembaban udara supaya panas keluar, dan cukupi kebutuhan natrium, kalium, klorida, dan lain sebagainya. Itu yang penting. Jadi, pencegah lebih baik dibanding kena masalah," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.