Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali 4 Fakta Tentang ADHD pada Orang Dewasa

Agustina Wulandari , Jurnalis-Sabtu, 11 Juli 2026 |07:02 WIB
Kenali 4 Fakta Tentang ADHD pada Orang Dewasa
Ilustrasi ADHD pada orang dewasa. (Foto: dok Freepik/stockking)
A
A
A

JAKARTA - ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) tak hanya terjadi pada anak-anak. Faktanya, kondisi ini juga bisa terbawa hingga usia dewasa, lho. Kalau kamu atau orang terdekatmu sering merasa kesulitan untuk fokus, mudah gelisah, atau susah mengatur waktu, bisa jadi itu adalah gejala ADHD pada orang dewasa.

Merujuk dari National Institute of Mental Health (NIMH), ada empat fakta penting yang wajib kamu ketahui tentang ADHD pada orang dewasa. Yuk, bahas satu per satu!

1. Orang Dewasa Juga Bisa Mengalami ADHD

ADHD adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan pola kurangnya perhatian (inatensi), hiperaktivitas, dan impulsivitas yang terjadi secara terus-menerus. Seseorang bisa didiagnosis dengan salah satu dari tiga jenis ADHD, yaitu: tipe inatensi, tipe hiperaktif-impulsif, atau gabungan keduanya.

  • Inatensi: Kesulitan untuk fokus, bertahan pada satu tugas, atau mengatur sesuatu.
  • Hiperaktivitas: Terlalu banyak bergerak atau gelisah, bahkan di waktu yang tidak tepat.
  • Impulsivitas: Bertindak tanpa berpikir panjang atau kesulitan mengendalikan diri.

Orang dewasa dengan ADHD seringkali memiliki riwayat kesulitan belajar di sekolah, masalah pekerjaan, atau hubungan yang renggang dengan orang lain. Perlu diingat, karena ini adalah gangguan perkembangan, gejalanya pasti sudah bermula sejak masa kanak-kanak, meskipun diagnosisnya baru diketahui saat sudah dewasa.

2. Gejalanya Bisa Sangat Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Bagi penderita ADHD, gejala yang muncul bukanlah sekadar "sifat pelupa" biasa, melainkan bisa sangat mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Beberapa masalah yang sering dialami orang dewasa dengan ADHD antara lain:

  • Sulit mengatur waktu, merencanakan tugas, dan kurang terorganisasi.
  • Sering menunda-nunda pekerjaan (prokrastinasi) dan mudah terdistraksi.
  • Kesulitan mengingat tugas harian atau sering kehilangan barang.
  • Kesulitan duduk diam dalam waktu lama dan butuh stimulasi terus-menerus.
  • Lebih memilih imbalan instan daripada memikirkan konsekuensi jangka panjang.

Memang, hampir semua orang pernah mengalami hal-hal di atas sesekali. Namun, bagi penderita ADHD, masalah ini terjadi lebih parah, persisten (berlangsung setidaknya selama 6 bulan), dan muncul di berbagai situasi. Kondisi ini juga sering memicu masalah mental lain, termasuk gangguan tidur yang dialami oleh sekitar 70 persen orang dewasa dengan ADHD.

3. Cara Diagnosis pada Orang Dewasa Beda dengan Anak-anak

Walaupun baru disadari saat dewasa, seseorang harus bisa membuktikan bahwa gejala tersebut sudah muncul sebelum mereka berusia 12 tahun. Perbedaan utamanya ada pada jumlah kriteria gejala. Orang dewasa (atau remaja di atas 16 tahun) cukup menunjukkan lima gejala saja, sedangkan anak-anak membutuhkan minimal enam gejala untuk bisa didiagnosis.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement