Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Speech Delay Gejala Autisme pada Anak? Yuk Moms, Pahami Bedanya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2026 |11:03 WIB
Apakah Speech Delay Gejala Autisme pada Anak? Yuk Moms, Pahami Bedanya!
Ilustrasi anak dengan autisme atau telat bicara. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Tentu wajar kalau orang tua merasa cemas saat melihat si kecil belum bicara sebanyak teman-teman sebayanya. Pertanyaan yang sering terlintas di benak orang tua biasanya, "Apakah ini sekadar telat bicara (speech delay) biasa, atau ada kaitannya dengan autisme?"

Memahami perbedaan antara autisme dan telat bicara itu sangat penting, lho. Tujuannya supaya orang tua bisa mencari evaluasi dan penanganan yang paling tepat untuk anak. Yuk, simak perbedaan keduanya yang dilansir dari Capital Area Pediatrics!

Apa Bedanya Telat Bicara dan Autisme?

Secara sederhana, telat bicara adalah kesulitan dalam perkembangan bahasa, baik saat memahami kata-kata (kemampuan reseptif) maupun saat merangkai kata untuk berkomunikasi (kemampuan ekspresif). Anak yang sekadar telat bicara biasanya tetap punya kemampuan sosial, bahasa tubuh, dan pola perilaku yang sesuai dengan usianya.

Di sisi lain, autisme (Gangguan Spektrum Autisme) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara anak berkomunikasi secara sosial. Autisme juga ditandai dengan minat yang terbatas dan perilaku yang berulang. Walaupun banyak anak dengan autisme yang juga mengalami telat bicara, tantangan komunikasi yang mereka hadapi jauh lebih luas daripada sekadar urusan merangkai kata.

Terkadang, anak bisa mengalami keduanya secara bersamaan, atau hanya salah satunya. Karena itulah, evaluasi yang teliti sangat dibutuhkan.

4 Perbedaan Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk membedakannya, Moms dan Dads bisa memperhatikan beberapa hal berikut di luar kemampuan bicara anak:

1. Komunikasi Tanpa Kata (Bahasa Tubuh)

  • Telat Bicara Biasa: Anak akan menutupi keterbatasannya dalam berbicara dengan bahasa tubuh yang aktif. Mereka menunjuk benda yang mereka mau, melambaikan tangan, mengangguk atau menggeleng, dan berusaha keras agar orang tua mengerti maksud mereka meski tanpa kata-kata.
  • Autisme dengan Telat Bicara: Anak cenderung jarang menggunakan bahasa tubuh. Mereka mungkin tidak menunjuk barang untuk berbagi minat, menghindari kontak mata saat diajak berkomunikasi, dan terlihat kurang termotivasi untuk menyampaikan keinginannya kepada orang lain.

2. Ketertarikan Sosial

  • Telat Bicara Biasa: Anak tetap punya ketertarikan sosial yang tinggi. Mereka senang bermain dengan teman, merespons dengan antusias saat diajak berinteraksi, dan sering terlihat frustrasi karena susah menyampaikan maksudnya.
  • Autisme dengan Telat Bicara: Anak mungkin terlihat lebih nyaman bermain sendiri. Mereka sering kali kurang tertarik saat orang lain mencoba mengajak berinteraksi, dan ekspresi wajahnya mungkin terlihat datar atau kurang bervariasi.

3. Merespons Nama dan "Perhatian Bersama"

  • Telat Bicara Biasa: Saat namanya dipanggil, anak akan menengok secara konsisten. Mereka juga punya joint attention (perhatian bersama), misalnya, ikut melihat ke arah benda yang kita tunjuk, atau sengaja membawa mainan untuk dipamerkan kepada orang tua.
  • Autisme dengan Telat Bicara: Anak sering kali tidak merespons (atau tidak konsisten) saat namanya dipanggil, padahal pendengarannya normal. Mereka juga kesulitan membagi perhatian, misalnya jarang ikut melihat benda yang ditunjuk atau enggan membawa barang untuk diperlihatkan kepada orang lain.

4. Cara Bermain

  • Telat Bicara Biasa: Anak tetap bisa bermain pura-pura (imajinatif), seperti berpura-pura menyuapi boneka, menjadi dokter, atau menelepon.
  • Autisme dengan Telat Bicara: Anak seringkali kesulitan bermain imajinatif. Mereka mungkin lebih suka menjejerkan mainan berulang-ulang, atau hanya fokus mengamati satu bagian mainan saja, misalnya, terus-menerus memutar-mutar roda mobil-mobilan.

Perhatikan Juga Pola Perilaku dan Sensoriknya

Selain perbedaan komunikasi di atas, anak dengan autisme biasanya menunjukkan pola perilaku yang khas. Misalnya, ada gerakan yang diulang-ulang (mengepakkan tangan, bergoyang, berputar), minat yang sangat kaku pada hal tertentu, atau respons yang tidak biasa (terlalu sensitif atau malah tidak peka) terhadap suara, cahaya, dan tekstur.

Sebaliknya, anak yang murni hanya telat bicara biasanya punya perilaku yang jauh lebih fleksibel. Mereka gampang beradaptasi dengan rutinitas baru dan merespons rangsangan di sekitarnya layaknya anak-anak pada umumnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement