
Sementara itu, Wamen Diktisaintek, Stella Christie, mengungkap pihaknya menggandeng universitas asal China itu lantaran kerja sama penelitian vaksin tersebut telah dilakukan sejak 2023 lalu. Lalu, dari sisi keahlian, profesor di universitas China tersebut merupakan salah satu ahli vaksin top di China dan dunia.
"Alasan kedua, waktu itu memang ada anggaran dari Ministry of Science and Technology untuk memulainya. Sehingga waktu itu kita memetakan kebutuhan Indonesia dan kemampuan China untuk mensupport,” ujar Stella.
“Alasan ketiga, prime Industry dari Etana, saya sebagai profesor waktu itu menemani para industri kita ke Indonesia tahun 2023 untuk ke UI untuk melihat fasilitas di UI dan bagaimana kita sungguh bisa bekerjasama," tutupnya.
Stella menekankan, sejatinya kebanyakan vaksin manjur di dunia itu datangnya dari resep di universitas. Maka itu, penting sekali melakukan resep vaksin tersebut, yang prosesnya tidak dimulai dengan penandatanganan MoU dahulu, tapi justru dari bekerja sama dahulu.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.