“Nah, tergantung ya. Kalau dia mungkin spermanya banyak aja, enggak ada masalah. Tapi biasanya ini kadang pasien udah ada gangguan. Spermanya itu dia emang terlalu sedikit, segala macam,” tutur dr. Jefry.
Menurutnya, kondisi tersebut justru akan membuat laki-laki atau pasangan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, sehingga jika frekuensi hubungan dilakukan setiap hari, maka salah satu pasangan justru akan merasa terpaksa dan tidak nyaman dalam menjalani hubungan seksual.
Apalagi, jika salah satu pasangan sedang mengalami kondisi psikologis yang tidak menentu atau stres akibat banyaknya tekanan, sehingga membuat fungsi ereksi menurun dan hubungan seksual tidak nyaman.
“Tiap hari dia juga enggak ngerasa nyaman dan malah terpaksa, tubuhnya dia yang enggak nyaman untuk berhubungan, itu justru menimbulkan kendala,” ucapnya.
Maka dari itu, pasangan disarankan mengikuti frekuensi hubungan seksual yang ideal sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu guna melakukan persiapan fisik maupun mental agar hubungan seksual dengan pasangan nyaman dan bisa mendukung keberhasilan program kehamilan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.