JAKARTA - Memiliki momongan atau keturunan menjadi satu hal yang paling diinginkan bagi pasangan yang baru maupun sudah lama menikah. Program hamil banyak dijalankan, berbagai upaya juga terus dilakukan oleh para pasangan agar kehamilan bisa tercapai.
Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria sekaligus influencer kesehatan Jefry Tribowo dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pasangan agar program hamil bisa tercapai adalah dengan frekuensi hubungan seksual yang ideal.
“Kalau berbicara hubungan seksual, apakah teknik yang bisa meningkatkan keberhasilan kehamilan? Jawabannya adalah di frekuensi hubungan seksual. Seberapa sering dia melakukan hubungan seksual per minggu,” kata dr. Jefry, dikutip Jumat (3/7/2026).
Ia menyebut, frekuensi ideal pasangan yang sedang melakukan program hamil dalam berhubungan seksual adalah dua sampai tiga kali dalam satu Minggu.
“Nah, jangan salah. Kalau idealnya ya, sedang berusaha memiliki keturunan, paling bagus berhubungan seksualnya itu adalah dua sampai tiga kali seminggu. Itu yang paling bagus,” ucapnya.
Disinggung terkait frekuensi hubungan seksual melebihi batas ideal atau bisa dikatakan setiap hari saat program kehamilan, dr. Jefry menuturkan bahwa hal tersebut bukan satu masalah jika sperma yang dihasilkan oleh laki-laki cukup banyak.
Namun, hal tersebut akan menjadi masalah jika sperma yang dihasilkan justru sedikit bahkan laki-laki tersebut memiliki gangguan sperma ataupun fungsi ereksi. Salah satunya adalah jumlah sperma yang dimiliki terlalu sedikit.
“Nah, tergantung ya. Kalau dia mungkin spermanya banyak aja, enggak ada masalah. Tapi biasanya ini kadang pasien udah ada gangguan. Spermanya itu dia emang terlalu sedikit, segala macam,” tutur dr. Jefry.
Menurutnya, kondisi tersebut justru akan membuat laki-laki atau pasangan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, sehingga jika frekuensi hubungan dilakukan setiap hari, maka salah satu pasangan justru akan merasa terpaksa dan tidak nyaman dalam menjalani hubungan seksual.
Apalagi, jika salah satu pasangan sedang mengalami kondisi psikologis yang tidak menentu atau stres akibat banyaknya tekanan, sehingga membuat fungsi ereksi menurun dan hubungan seksual tidak nyaman.
“Tiap hari dia juga enggak ngerasa nyaman dan malah terpaksa, tubuhnya dia yang enggak nyaman untuk berhubungan, itu justru menimbulkan kendala,” ucapnya.
Maka dari itu, pasangan disarankan mengikuti frekuensi hubungan seksual yang ideal sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu guna melakukan persiapan fisik maupun mental agar hubungan seksual dengan pasangan nyaman dan bisa mendukung keberhasilan program kehamilan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.