Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peserta Hyrox Meninggal Dunia, Dokter Tirta Ingatkan Persiapan Ini sebelum Kompetisi

Agustina Wulandari , Jurnalis-Sabtu, 04 Juli 2026 |11:00 WIB
Peserta Hyrox Meninggal Dunia, Dokter Tirta Ingatkan Persiapan Ini sebelum Kompetisi
Olahraga Hyrox. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Seorang wanita berusia 28 tahun meninggal dunia setelah pingsan akibat hipertermia selama acara kebugaran HYROX di Lyon pada 20-24 Mei 2026. Lokasi acara tersebut menggunakan pendingin ruangan (AC), tetapi gelombang panas yang parah memengaruhi banyak peserta di seluruh Prancis.

Dikutip dari Men’s Health, peserta tersebut dilaporkan pingsan di lintasan saat salah satu sesi lari, menderita hipertermia selama kompetisi. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit setempat oleh tim tanggap darurat pada Minggu pagi dan kemudian meninggal dunia.

Hipertermia adalah penyakit yang berhubungan dengan panas di mana suhu internal tubuh meningkat di atas batas normalnya, yang disebabkan karena tubuh memproduksi atau menyerap lebih banyak panas daripada yang dapat dilepaskannya.

Menurut Maxime Villalongue, penyelenggara HYROX Prancis, ruangan tersebut menggunakan pendingin ruangan dengan suhu antara 64 hingga 68 derajat Fahrenheit (sekitar 17 hingga 20 derajat Celsius), memiliki tingkat kelembapan optimal antara 65 dan 70 persen, serta ketersediaan titik air minum yang diperbanyak di sepanjang jalur perlombaan.

"Ini sangat sulit dipahami. Di bawah kondisi seperti ini, kami bertanya-tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi," ujar Villalongue. 

"Saya rasa para atlet tiba di sana dalam keadaan sudah terlalu lama berada di luar ruangan di bawah paparan sinar matahari, atau mereka kurang minum, ucapnya.

Hyrox kini jadi olahraga yang sedang naik daun dan digemari semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga artis papan atas. Baru-baru ini pula kompetisi Hyrox digelar di Jakarta. Antusiasme pegiat olahraga meningkat dan berlomba-lomba unjuk kekuatan.

Menanggapi kasus tersebut, Dokter dan influencer kesehatan Tirta Mandira Hudhi angkat suara. Ia menyarankan para peserta yang akan ikut kompetisi bertanggung jawab dengan registrasinya, yaitu dengan latihan yang konsisten, jangan over confidence, jangan mendaftar event olahraga yang melebihi kapasitas.

“Pahami risikonya, karena kalau ada waktu dan pesaingnya, olahraga bukan untuk kesehatan lagi. Kita ini bukan atlet jadi pahami risikonya, seperti kematian, penyakit jantung, penyakit ginjal,” ucapnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement