JAKARTA – Banyak orang mengira penis tidak mungkin patah karena tidak memiliki tulang. Anggapan tersebut memang benar dalam hal anatomi, tetapi keliru jika diartikan bahwa penis tidak bisa mengalami cedera serius. Faktanya, kondisi yang dikenal sebagai fraktur penis memang dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis darurat.
Secara anatomi, penis tidak mengandung tulang. Organ ini terdiri dari dua silinder jaringan spons yang disebut corpora cavernosa, yang akan terisi darah saat ereksi sehingga penis menjadi kaku. Meski tidak memiliki tulang, jaringan tersebut tetap dapat robek apabila menerima tekanan atau benturan yang kuat ketika sedang ereksi, demikian dilansir dari laman Vertica.
Fraktur penis umumnya terjadi saat berhubungan seksual. Cedera bisa muncul ketika penis yang sedang ereksi terbentur tulang panggul pasangan akibat gerakan yang tidak tepat saat penetrasi. Selain itu, masturbasi yang terlalu kuat, benturan keras akibat kecelakaan, atau trauma karena kekerasan juga dapat menyebabkan kondisi serupa.
Meski tergolong jarang, fraktur penis merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Diperkirakan kasus ini terjadi pada sekitar satu dari 175.000 pria.
Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan fraktur penis antara lain: