JAKARTA – Pelumas vagina dapat membantu meningkatkan kenyamanan saat berhubungan intim, terutama bagi perempuan yang mengalami kekeringan pada area kewanitaan. Selain mengurangi gesekan yang dapat menyebabkan iritasi, penggunaan pelumas juga bisa membuat aktivitas seksual terasa lebih nyaman. Namun, tidak semua jenis pelumas memiliki karakteristik yang sama sehingga penting untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Melansir laman The Vagwhisperer, ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering, seperti perubahan hormon selama kehamilan, setelah melahirkan, saat menyusui, hingga memasuki masa menopause. Penurunan kadar estrogen juga dapat dipicu oleh pengobatan tertentu, gangguan autoimun, maupun terapi kanker.
Dalam kondisi tersebut, pelumas dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman, mencegah lecet akibat gesekan, sekaligus meningkatkan kenyamanan selama berhubungan intim.
Selain menggunakan pelumas, menjaga tubuh tetap terhidrasi, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat membantu menjaga kesehatan jaringan pada area intim.
Pelumas dapat menjadi pilihan bagi:
Bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan, penggunaan pelumas sebaiknya dipertimbangkan dengan hati-hati. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis pelumas dapat menghambat pergerakan sperma menuju sel telur sehingga berpotensi menurunkan peluang pembuahan.
Apabila membutuhkan pelumas saat sedang menjalani promil, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memilih produk yang memang dirancang agar ramah terhadap sperma.
Pelumas yang baik umumnya memiliki pH yang sesuai dengan kondisi vagina sehingga dapat meminimalkan risiko iritasi. Selain itu, pilih produk yang kompatibel dengan kondom apabila digunakan sebagai alat kontrasepsi.
Sementara itu, untuk menjaga kelembapan area intim sehari-hari, sebagian ahli juga menyarankan penggunaan minyak vitamin E atau minyak kelapa. Namun, minyak tidak disarankan digunakan bersamaan dengan kondom berbahan lateks karena dapat meningkatkan risiko kondom robek.
Saat memilih pelumas, sebaiknya hindari produk yang mengandung:
Pelumas dengan sensasi hangat, dingin, berkilau, atau aroma yang terlalu kuat juga berpotensi menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Jika memilih pelumas beraroma, pilih produk dengan bahan alami dan lakukan uji coba pada kulit terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan reaksi alergi.
1. Pelumas Berbasis Air (Water-Based)
Pelumas berbahan dasar air menjadi salah satu pilihan yang paling umum digunakan.
Kelebihan:
Kekurangan:
2. Pelumas Berbasis Lidah Buaya (Aloe Vera)
Pelumas berbahan dasar lidah buaya menawarkan kelembapan yang lebih tahan lama dibandingkan pelumas berbasis air.
Kelebihan:
Kekurangan:
3. Pelumas Berbasis Minyak (Oil-Based)
Pelumas berbahan dasar minyak memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga sering dipilih untuk menjaga kelembapan.
Kelebihan:
Kekurangan:
4. Pelumas Organik
Pelumas organik dibuat menggunakan bahan-bahan yang lebih alami dan umumnya minim zat tambahan.
Kelebihan:
Kekurangan:
Pemilihan pelumas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, serta alat kontrasepsi yang digunakan. Jika sering mengalami nyeri saat berhubungan intim, kekeringan vagina berkepanjangan, atau muncul iritasi setelah menggunakan pelumas, konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.