JAKARTA - Pernahkah kamu mengalami haid terus menerus saat menggunakan KB Implan? Pasti kamu penasaran mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan sekaligus influencer kesehatan, dr. Gezta Nasafir Hermawan dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan fenomena yang normal.
"Perlu diketahui, ya, bahwa hal ini merupakan salah satu fenomena atau efek samping yang wajar terjadi pada penggunaan KB implan,” kata dr. Gezta.
Ia menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena hormon yang terdapat pada KB Implan akan meresap dan mengakibatkan lapisan dinding rahim menipis. Kondisi itu mengakibatkan kerapuhan pada pembuluu darah
“Jadi, pada KB implan, hormon yang tersedia di dalam KB implan itu akan terserap secara *steady release*, sehingga dapat mengakibatkan lapisan dinding rahim yang menipis. Dan karenanya penipisan dari dinding rahim ini juga dapat meningkatkan fragilitas atau kerapuhan dari pembuluh darah pada lapisan dinding rahim,” jelas dia.
Selain itu, kondisi tersebut juga memang sering terjadi pada 50 sampai 80 persen pengguna KB Implan. “Jadi hal ini lumayan sering terjadi, ya, pada kisaran 50 sampai 80 persen pengguna KB implan. Sedangkan pada 20 persen kasus, seringkali tidak mengalami perdarahan yang memanjang,” tutur dr. Gezta.
Meski demikian, ia menyarankan agar memeriksakan diri ke dokter jika terjadi pendarahan yang memanjang dalam siklus haid selama tiga bulan.
“Apabila perdarahan terus memanjang pada selama siklus haid lebih dari 3 bulan, maka dapat dikonsultasikan, ya. Seringkali dokter kandungan mungkin akan menambahkan dengan pil KB kombinasi, ya, untuk menstabilisasi pembentukan dari dinding rahim. Biasanya dapat diberikan pil NSAID, ya, untuk mengurangi inflamasi sehingga mengurangi perdarahan,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.