JAKARTA - Labu kuning sering identik dengan dekorasi Halloween atau hidangan penutup. Padahal, di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, labu menyimpan banyak nutrisi penting bagi tubuh.
Secara ilmiah, labu termasuk buah karena memiliki biji. Namun, dari sisi nutrisi, kandungannya lebih mirip sayuran. Selain rendah kalori, labu juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan.
Melansir Healthline, berikut beberapa manfaat labu kuning yang perlu kamu ketahui.
Labu termasuk makanan padat nutrisi. Dalam satu cangkir atau sekitar 245 gram labu matang, terkandung berbagai zat gizi seperti vitamin A, vitamin C, kalium, serat, zat besi, hingga vitamin E.
Menariknya, labu terdiri dari sekitar 94 persen air sehingga kalorinya tergolong rendah. Karena itu, labu cocok dijadikan pilihan makanan sehat untuk berbagai usia.
Labu kaya akan antioksidan seperti beta-karoten, alfa-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Senyawa-senyawa ini membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.
Paparan radikal bebas secara berlebihan diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker. Dengan adanya antioksidan, risiko kerusakan sel dapat ditekan.
Kandungan beta-karoten pada labu akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal. Selain itu, labu juga mengandung vitamin C, vitamin E, zat besi, dan folat yang turut mendukung kerja sistem imun serta membantu tubuh melawan infeksi.
Seiring bertambahnya usia, fungsi penglihatan dapat menurun. Untungnya, labu mengandung berbagai nutrisi yang mendukung kesehatan mata.
Beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam labu diketahui dapat membantu menurunkan risiko gangguan mata terkait penuaan, seperti katarak dan degenerasi makula. Kandungan vitamin C dan vitamin E juga berperan melindungi sel-sel mata dari kerusakan.
Karena rendah kalori tetapi kaya nutrisi, labu dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan seratnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.
Karotenoid dalam labu berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menetralkan radikal bebas. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan karotenoid yang tinggi berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker.
Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan tersebut secara lebih mendalam.
Labu mengandung kalium, vitamin C, serat, dan antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Kalium diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke. Sementara itu, antioksidan dalam labu dapat membantu mencegah oksidasi kolesterol LDL atau kolesterol "jahat", yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Nutrisi dalam labu juga bermanfaat bagi kesehatan kulit. Beta-karoten diketahui dapat membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinar ultraviolet (UV). Selain itu, vitamin C pada labu dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen, yaitu protein yang menjaga kulit tetap kuat dan sehat.
Salah satu keunggulan labu kuning adalah sifatnya yang serbaguna. Labu dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari sup, pasta, sayuran panggang, hingga aneka makanan penutup seperti pai dan panekuk. Biji labu pun dapat dikonsumsi karena mengandung banyak nutrisi dan memiliki manfaat kesehatan tersendiri.
Secara umum, labu kuning aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang. Namun, beberapa orang mungkin mengalami alergi setelah mengonsumsinya.
Selain itu, labu memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan melalui urine. Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu, seperti litium, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi labu dalam jumlah besar.
Perlu diingat juga bahwa tak semua produk berbahan dasar labu memiliki manfaat yang sama. Produk olahan seperti permen, minuman manis, atau isian pai sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Secara keseluruhan, labu kuning merupakan makanan yang kaya nutrisi, rendah kalori, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Menambahkan labu ke dalam menu sehari-hari dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.