Mereka menjelaskan bahwa Gebyar Muharram merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan secara konsisten selama 16 tahun sebagai bagian dari syiar Islam dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mewakili unsur Pembina Yayasan NUN yang menaungi kedua madrasah tersebut, HM Ridwan Sulhan menyampaikan penyesalan atas kegaduhan yang muncul akibat viralnya salah satu penampilan peserta.
"Kami memohon maaf kepada Pembina dan Pengurus Yayasan NUN, MWC NU Mranggen, serta seluruh masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan penampilan salah satu grup drumband tersebut. Kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi kami ke depan," ujar HM Ridwan Sulhan, dikutip dari laman NU Demak.
Pihak penyelenggara menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait proses seleksi dan pengawasan penampilan peserta agar kegiatan serupa di masa mendatang tetap sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam acara.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.