JAKARTA - Diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, saat ini terdapat sekitar 19,5 juta penduduk yang hidup dengan penyakit diabetes.
Meningkatnya kasus diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari riwayat keluarga hingga pola hidup yang kurang sehat. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Meski pemeriksaan kadar gula darah di fasilitas kesehatan tetap menjadi cara paling akurat untuk mengetahui kondisi seseorang, beberapa kebiasaan berikut juga diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes.
1. Sering Begadang
Kurang tidur ternyata tidak hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat memengaruhi metabolisme. Menurut dr. Ambrish Mithal dari Medanta Medicity, banyak kasus diabetes tipe 2 berkaitan dengan kebiasaan tidur yang buruk.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi, dua faktor yang erat kaitannya dengan diabetes.
2. Melewatkan Sarapan
Banyak orang menganggap sarapan tidak terlalu penting. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak pada pola makan sepanjang hari.
Menurut ahli endokrinologi dr. Sandeep Kharb dari Asian Institute of Medical Sciences, orang yang tidak sarapan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori saat makan siang maupun malam. Mereka juga lebih berisiko memilih makanan tinggi lemak dan gula yang dapat mengganggu kontrol gula darah.
3. Kurang Aktivitas Fisik
Terlalu lama duduk, rebahan sambil bermain gawai, atau minim bergerak dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.
Dr. Rajesh Khadgawat dari AIIMS Hospital menyarankan setiap orang melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga dan aktivitas rutin membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.
4. Terlalu Sering Mengonsumsi Karbohidrat Olahan
Makanan seperti roti putih, nasi putih, biskuit, dan berbagai camilan berbahan tepung olahan dapat memicu lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan karbohidrat kompleks.
Sebagai alternatif, pilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
5. Langsung Tidur Setelah Makan Malam
Kebiasaan tidur segera setelah makan malam juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan metabolik. Menurut dr. Mithal, sebagian besar asupan kalori harian sering kali berasal dari makan malam.
Ketika tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum tidur, kadar gula darah berpotensi meningkat. Karena itu, disarankan memberi jeda sekitar tiga jam antara waktu makan malam dan waktu tidur agar proses metabolisme berlangsung lebih optimal.
Menjaga pola hidup sehat, mengatur pola makan, aktif bergerak, serta rutin memeriksakan kesehatan merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko diabetes sejak dini. Dengan perubahan sederhana dalam kebiasaan sehari-hari, risiko penyakit ini dapat ditekan secara signifikan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.