Pada Louis Vuitton Combi, perbedaan paling mencolok terlihat pada penggunaan material premium yang jauh dari karakter sederhana Vans Authentic. Salah satu versi yang diperlihatkan menggunakan kulit buaya berwarna merah, sementara varian lainnya hadir dengan motif monogram khas Louis Vuitton yang dipadukan aksen warna-warni.
Sneaker ini juga dibekali detail kulit vachetta pada bagian tumit dan toe cap yang tidak ditemukan pada Vans Authentic.
Perdebatan semakin ramai setelah rapper Future membagikan tampilan tambahan sneaker tersebut melalui Instagram Story. Semakin banyak detail yang terungkap, semakin banyak pula penggemar sneaker yang membandingkannya dengan Vans Authentic.
Di sisi lain, sebagian pihak menilai Louis Vuitton Combi bukan bentuk plagiarisme, melainkan reinterpretasi mewah dari estetika skate klasik. Mereka berpendapat dunia fashion telah lama mengenal praktik mengadaptasi desain populer ke dalam konteks berbeda, terutama saat sebuah merek berupaya menjembatani budaya streetwear dengan pasar luxury.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, Louis Vuitton Combi berhasil mencuri perhatian bahkan sebelum resmi melenggang di runway. Apakah sneaker ini terlalu mirip dengan Vans Authentic atau justru menjadi evolusi baru dari siluet skate klasik, perdebatan tersebut tampaknya masih akan terus berlanjut di kalangan pencinta fashion dan sneaker.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.