"Jadi saat kaki tertutup sepatu dan kaos kaki, terciptalah lingkungan yang hangat, lembap, dan minim sirkulasi udara. Nah, kondisi ini adalah surga bagi bakteri seperti Brevibacterium atau Staphylococcus, serta beberapa bakteri lain yang secara alami hidup di kulit," ujarnya.
Menurut dr. Aditya, bakteri tersebut memecah keringat, sel kulit mati, dan minyak alami pada kaki menjadi senyawa sulfur dan asam organik yang menghasilkan bau khas dan menyengat.
Menariknya, salah satu bakteri penyebab bau kaki memiliki hubungan kekerabatan dengan bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan beberapa jenis keju. Karena itu, aroma bau kaki dan keju tertentu dapat memiliki kemiripan secara kimiawi.
"Dan menariknya, salah satu bakteri penyebab bau kaki bahkan masih satu keluarga dengan bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan beberapa jenis keju. Karena itu aroma bau kaki dan keju tertentu bisa mirip secara kimia," tutur dr. Aditya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tingkat bau kaki setiap orang dapat berbeda-beda. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain: