Selain itu, bekam juga dapat membantu mengurangi kekakuan jaringan dan meningkatkan mobilitas jaringan di area yang mendapatkan terapi. Berkat mekanisme tersebut, terapi bekam diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
Dokter Adam menjelaskan, bekam dapat membantu menurunkan nyeri punggung dan leher. Apalagi pada kasus nyeri kronis yang berlangsung dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, terapi bekam juga dapat membantu relaksasi otot dan mendukung proses pengaturan inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Namun dr. Adam mengingatkan bahwa bekam bukanlah pengobatan utama yang dapat menggantikan terapi medis.
Efektivitas bekam saat ini masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, sehingga manfaat jangka panjangnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. “Namun perlu dicatat bahwa kualitas bukti ilmiah bekam hingga saat ini masih terhitung rendah-sedang, dan sifatnya adalah pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama apalagi tunggal,” ucapnya.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap menjadikan bekam sebagai terapi pendamping. Ia juga mengimbau masyrakat tidak mengabaikan pengobatan medis yang direkomendasikan dokter.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.