ANGGAPAN bahwa lansia tidak boleh melakukan latihan angkat beban karena dianggap berisiko bagi kesehatan. Utamanya terutama pada tulang dan persendian.
Namun, benarkah anggapan tersebut? Ataukah hal tersebut hanya sekadar mitos karena sejatinya lansia ternyata boleh angkat beban?

Stigma yang berkembang di masyarakat justru melarang lansia unruk latihan beban. Pasalnya, hal tersebut justru disebut dapat memperparah kondisi tubuh khususnya tulang.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, Sp.OT justru menyebut pandangan tersebut sebagai mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat. Ia pun meluruskan anggapan yang selama ini salah.
Menurutnya, pandangan tersebut adalah pemahaman yang kelidu dan masih sering diucapkan bahkan oleh tenaga kesehatan. Ia mencontohkan banyak lansia yang hanya dianjurkan berjalan pagi tanpa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya latihan kekuatan otot.
Padahal, menurut dr. Henry, penurunan massa dan kekuatan otot atau sarcopenia adalah masalah yang umum terjadi seiring bertambahnya usia dan perlu dilawan dengan aktivitas fisik yang tepat.
“Itu mitos yang sangat salah. Dan sayangnya, catat ini ya, masih banyak nakes yang ngomong gitu. Anda sudah tua, tahu diri lah, jalan pagi saja. Itu yang sering dibilang. Padahal sekarang sudah ada entity yang namanya sarcopenia," jelas dr. Henry dalam Simposium Ortopedi Orthovolution 2026 Siloam Hospitals Mampang, Sabtu 6 Juni 2026.

Dr. Henry menjelaskan bahwa aktivitas fisik untuk lansia tidak cukup hanya berupa jalan kaki atau olahraga kardio ringan. Lansia juga tetap membutuhkan latihan beban sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Latihan kardio dan latihan kekuatan disebut memiliki peran yang sama penting untuk menjaga kebugaran tubuh di usia lanjut. Justru kurangnya aktivitas fisik bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif hingga harus bergantung pada pengobatan jangka panjang.
“Jalan pagi itu pun hanya kardio lambat. Masih ada lagi kardio cepat, masih ada lagi latihan beban minimal berapa kali seminggu,” jelasnya.
“Anda tuh diobati, tidak disembuhkan. Jadi jelas bedanya. Kalau Anda minum obat terus, semua obat ada efek samping,” tambahnya.
Karena itu, dr. Henry mengimbau masyarakat, termasuk lansia, untuk tidak takut berolahraga. Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai membangun massa otot melalui latihan yang aman dan sesuai rekomendasi tenaga medis.
“Jadi seperti yang disampaikan dokter sebelumnya, cari penyebabnya, bukan hanya dikasih penghilang rasa sakit. Kalau hanya penghilang rasa sakit, nanti pasti kembali lagi,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.