
Mungkin muncul pertanyaan, mengapa golongan darah bisa berpengaruh pada risiko terkena stroke? Para peneliti menduga bahwa perbedaan risiko ini berkaitan dengan faktor pembekuan darah.
Faktor tersebut di antaranya aktivitas trombosit, kondisi dinding pembuluh darah, hingga protein dalam darah yang berperan dalam proses penggumpalan. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kemungkinan terbentuknya bekuan darah yang bisa menyumbat aliran darah ke otak dan memicu stroke. Namun, mekanisme pastinya masih terus diteliti lebih lanjut.
Menariknya, hubungan antara golongan darah A dan peningkatan risiko stroke hanya ditemukan pada kasus stroke dini (di bawah 60 tahun). Pada kelompok usia lanjut, hubungan ini tidak lagi signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa stroke pada usia muda dan usia tua kemungkinan dipicu oleh mekanisme yang berbeda. Stroke dini lebih sering berkaitan dengan pembekuan darah, sementara stroke pada usia lanjut lebih banyak disebabkan oleh penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis).
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.