Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |12:05 WIB
Ini Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini
Berikut golongan darah yang berisiko tinggi terkena stroke dini. (Foto: Freepik)
A
A
A

STROKE jadi salah satu penyakit berbahaya yang diwaspadai banyak orang. Pola hidup sehat pun dijaga demi terhindar dari penyakit satu ini.

Fakta menarik pun tersaji dari penyakit stroke. Ternyata, ada golongan darah tertentu yang berisiko lebih tinggi terkena stroke sejak dini.

Pengidap fibrilasi atrium beresiko terkena serangan jantung dan stroke. (Foto: Freepik)

1. Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini

Golongan darah ternyata tidak hanya penting untuk keperluan medis seperti transfusi darah, tetapi juga mulai dikaitkan dengan risiko beberapa penyakit serius, termasuk stroke. Dilansir dari Science Alert, Sabtu (6/6/2026), penelitian mengungkap bahwa ada golongan darah tertentu yang memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke pada usia muda atau sebelum usia 60 tahun.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa risiko ini bersifat relatif kecil dan tidak bisa menjadi satu-satunya faktor penentu kesehatan seseorang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami stroke dini dibandingkan golongan darah lainnya.

Temuan ini didasarkan pada analisis data genetik dari puluhan studi yang melibatkan puluhan ribu pasien stroke dan ratusan ribu orang tanpa stroke. Para peneliti menduga adanya kaitan antara gen golongan darah A dengan proses pembekuan darah yang dapat memengaruhi risiko terjadinya stroke pada usia muda.

2. Golongan Darah dengan Risiko Stroke Lebih Rendah

Penelitian tersebut juga mengulas golongan darah apa yang lebih rendah risiko mengalami stroke. Orang dengan golongan darah O diketahui memiliki risiko lebih rendah, sekitar 12 persen lebih kecil, dibandingkan kelompok golongan darah lainnya dalam mengalami stroke dini.

Meski demikian, perbedaan ini tidak berarti golongan darah O sepenuhnya terlindungi dari stroke. Faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan tetap memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

 

3. Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?

Stroke hemoragik

Mungkin muncul pertanyaan, mengapa golongan darah bisa berpengaruh pada risiko terkena stroke? Para peneliti menduga bahwa perbedaan risiko ini berkaitan dengan faktor pembekuan darah.

Faktor tersebut di antaranya aktivitas trombosit, kondisi dinding pembuluh darah, hingga protein dalam darah yang berperan dalam proses penggumpalan. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kemungkinan terbentuknya bekuan darah yang bisa menyumbat aliran darah ke otak dan memicu stroke. Namun, mekanisme pastinya masih terus diteliti lebih lanjut.

Menariknya, hubungan antara golongan darah A dan peningkatan risiko stroke hanya ditemukan pada kasus stroke dini (di bawah 60 tahun). Pada kelompok usia lanjut, hubungan ini tidak lagi signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa stroke pada usia muda dan usia tua kemungkinan dipicu oleh mekanisme yang berbeda. Stroke dini lebih sering berkaitan dengan pembekuan darah, sementara stroke pada usia lanjut lebih banyak disebabkan oleh penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis).

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement