JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, memberikan penilaian terhadap beberapa menu sarapan khas Indonesia. Hal ini diungkap Budi dalam unggahan terbarunya di Instagram.
Tentunya, rating ini bisa menjadi referensi masyarakat dalam menentukan menu sarapan setiap hari. Menariknya, rebus-rebusan jadi makanan paling direkomendasikan.

Sarapan menjadi satu kebiasaan yang baik dan bisa mengisi asupan energi tubuh sebelum beraktivitas. Namun hati-hati, menu sarapan bukan hanya asal kenyang tapi juga harus sehat dan memenuhi nutrisi bagi tubuh.
Dalam video yang diunggah di Instagram pribadi Menkes Budi, ada lima menu sarapan khas Indonesia yang diberi nilai ranking kesehatan. Makanan itu adalah mi goreng, bubur ayam, rebus-rebusan, nasi uduk, dan sereal.
Dari kelima menu di atas, ada beberapa yang diberi rating rendah terkait kesehatan atau supan nutrisi dari makanan tersebut bagi tubuh. Salah satunya seperti mie goreng yang hanya diberikan rating 2/10 oleh Menkes.
“Mi instan goreng, nilainya 2/10. Isinya karbo semua, banyak garamnya. Tidak cocok untuk sarapan,” kata Budi, dikutip Minggu (31/5/2026).
Selain mi goreng, bubur ayam juga mendapat rating rendah dan dinilai kurang sehat untuk sarapan. Penyebabnya, menu tersebut didominasi oleh karbo yang berasal dari bubur, kerupuk hingga cakwe yang menjadi topping.
Sementara, ayam yang dimasukan di dalamnya terkadang sangatlah sedikit. Hal ini tidak seimbang dengan jumlah karbo yang ada di dalamnya.
“Bubur ayam komplet, nilainya 4/10. Ayamnya biasa dikasih cuma sedikit, isinya bubur semua ditambah kerupuk ditambah cakwe, itu karbo semua,” tambah dia.
Menu lainnya yang juga mendapat penilaian rendah adalah Nasi Uduk. Menu sarapan khas Jakarta ini diberi nilai 3 sampai 7/10 oleh Budi tergantung dari lauk nasi yang dipilih.
“Nasi uduk, nilainya 3-7/10. Tapi itu sangat tergantung dari pilihan lauknya. Kalau ditambah tahu, tempe, ayam, nilainya 7/10. Tapi kalau makan nasi uduk hanya pakai mie bihun, nilainya 1/10 karena karbo semua,” tutur Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi mengungkapkan satu menu yang mendapat nilai paling rendah terkait kesehatannya bagi tubuh dan biasa dikonsumsi untuk sarapan. Menu tersebut adalah sereal.
Budi menilai bahwa sereal hanya mengandung gula secara keseluruhan dan sangat tidak baik untuk menu sarapan. Alhasil, ia memberikan penilaian 1/10 untuk menu sereal sebagai sarapan.
“Sereal, nilainya 1/10. Entah kenapa saya tidak mengerti, anak-anak kita itu diajari untuk selalu sarapan sereal. Padahal isi sereal itu gula semua, jadi tidak ada nutrisinya,” beber dia.

Di sisi lain, satu menu terakhir untuk justru sangat direkomendasikan dan diberi nilai yang cukup bagus di 9/10 oleh Budi. Menu tersebut adalah rebus-rebusan seperti singkong, ubi, pisang dan lain sebagainya.
Budi menilai bahwa rebus-rebusan memiliki kandungan protein nabati, hewani, karbo kompleks dan rendah kalori. Semua kandungan di atas sangat bagus bagi asupan nutrisi tubuh dan sangat cocok dikonsumsi saat sarapan.
“Rebus-rebusan, nulainya 9/10. Ada protein nabati, ada protein hewani. Karbonya ada, tapi karbo kompleks. Semuanya direbus, jadi rendah kalori,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.