TURUNNYA demam pada anak sering kali membuat orangtua merasa lega dan menganggap kondisi si kecil sudah membaik. Namun, fase setelah demam turun justru perlu mendapat perhatian ekstra, terutama pada penyakit tertentu, seperti demam berdarah dengue (DBD).
Orangtua diminta tidak hanya fokus pada suhu tubuh anak, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik dan gejala lain yang muncul setelah demam mereda. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Dokter spesialis anak sekaligus influencer kesehatan, dr. Lucky Yogasatria, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, orangtua harus tetap waspada dan tidak melepaskan pantauan terhadap anak saat demam turun. Pasalnya, penurunan demam dalam kondisi penyakit tertentu perlu diperhatikan terkait tanda-tanda atau gejala yang dirasakan anak setelahnya.
"Anaknya demamnya turun, tentu melegakan ya? Tapi, jangan langsung melepas pantauan,” kata dr. Lucky.
“Karena pada beberapa penyakit, anak memang membaik saat demamnya turun. Tapi pada kondisi tertentu, misalnya DBD, fase setelah demam turun justru tetap perlu diperhatikan," lanjutnya.
Menurut dr. Lucky, kesalahan yang sering dilakukan adalah orang tua hanya berfokus pada naik-turunnya suhu tubuh, tanpa melihat respons fisik anak. Ketika demam memasuki hari ketiga hingga kelima, perhatian utama harus dialihkan pada tingkat keaktifan dan asupan cairan sang anak.
dr. Lucky menjelaskan bahwa parameter kesembuhan yang digunakan ketika penurunan demam dibarengi dengan kondisi anak yang kembali bugar, aktif bergerak, nafsu makan-minum yang baik, serta frekuensi buang air kecil (urin) yang normal.
"Karena yang kita cari itu bukan cuma masalah suhunya turun aja. Yang kita cari adalah anak yang membaik. Nah, kalau demamnya turun dan anaknya makin segar, mau minum, pipisnya bagus, aktivitas mulai kembali, itu tentu lebih menenangkan," tutur dia.

Sebaliknya, orangtua justru harus waspada saat demam anak turun, namun kondisi fisiknya justru menurun dan banyak gejala yang dirasakan. Bisa jadi, itu adalah alarm bahwa anak harus mendapat penanganan medis segera.
Beberapa gejala tersebut di antaranya adalah anak tampak semakin lemas, mengalami muntah berulang, nyeri perut yang hebat, hingga munculnya tanda-tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau buang air besar (BAB) berwarna hitam.
"Tapi kalau demam turun, tapi anaknya justru makin lemas, muntah terus, nyeri perut hebat, ada perdarahan, tangan kakinya dingin, atau tampak memburuk, jangan tunggu. Gas ke IGD, periksa,” pungkas dr. Lucky.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.