Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Sering Makan Pasta Bisa Naikkan Gula Darah?

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |09:16 WIB
Benarkah Sering Makan Pasta Bisa Naikkan Gula Darah?
Benarkah Sering Makan Pasta Bisa Naikkan Gula Darah? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pasta kerap dianggap sebagai makanan yang dapat memicu lonjakan gula darah. Padahal, pengaruh pasta terhadap kadar gula darah tidak selalu sama pada setiap orang. Cara memasak, porsi konsumsi, hingga jenis makanan pendamping turut memengaruhi respons tubuh setelah mengonsumsinya.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui terkait pasta dan gula darah:

  • Pasta Tidak Selalu Memicu Lonjakan Gula Darah

Meski mengandung karbohidrat, pasta memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan lain, seperti roti putih atau nasi putih instan. Struktur pati pada pasta lebih padat sehingga dicerna lebih lambat oleh tubuh.

Karena proses pencernaannya lebih lambat, kenaikan gula darah setelah makan pasta umumnya terjadi secara bertahap.

  • Konsumsi Berlebihan Tetap Bisa Memengaruhi Gula Darah

Mengonsumsi pasta terlalu sering atau dalam porsi besar tetap dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama pada orang yang memiliki resistensi insulin atau diabetes. Tubuh harus bekerja lebih keras menghasilkan insulin untuk mengontrol kadar gula setelah makan.

Meski begitu, pasta tidak harus dihindari sepenuhnya selama dikonsumsi dengan pola makan seimbang.

  • Makanan Pendamping Ikut Menentukan

Kombinasi pasta dengan lauk tinggi protein, sayuran, atau lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam tubuh. Hal ini membuat lonjakan gula darah setelah makan menjadi lebih terkendali.

Sebaliknya, pasta yang dipadukan dengan saus tinggi gula atau makanan tinggi lemak jenuh dapat memberikan efek berbeda pada tubuh.

  • Pasta Dingin atau Dipanaskan Ulang Dinilai Lebih Baik

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement